Nusantaraterkini.co, PALEMBANG — Seorang pelajar berinisial R (20) meninggal dunia setelah menderita luka tusuk akibat bentrokan antarkelompok di Jalan Perintis Kemerdekaan, Kecamatan Ilir Timur II, Palembang, Sabtu (7/3/2026) dini hari.
Korban sempat dilarikan ke Rumah Sakit Muhammad Hoesin (RSMH) Palembang setelah ditemukan terkapar dengan dua luka tusuk di bagian perut kiri atas, namun nyawanya tidak tertolong.
Baca Juga : Polisi Buru Pria Berjaket Ojol Pelaku Asusila Anak di Gandus Palembang
Polisi telah mengidentifikasi dua orang berinisial UA dan M yang diduga kuat terlibat langsung dalam aksi kekerasan tersebut dengan membawa senjata tajam.
Baca Juga : Diperkosa Pria Berjaket Ojol, Bocah SD di Palembang Harus Operasi Akibat Pendarahan
Kasat Reskrim Polrestabes Palembang, AKBP Musa Jedi Permana menyampaikan jika pihaknya telah membentuk tim khusus untuk menangkap para pelaku yang terlibat dalam tawuran antara kelompok dari kawasan 1 Ilir dan Boom Baru tersebut.
“Saat ini tim sudah bergerak cepat dan melakukan pengejaran terhadap para pelaku. Kami mohon dukungan masyarakat agar proses penangkapan terhadap pihak-pihak yang terlibat dapat segera dilakukan,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima, Senin (9/3/2026).
Berdasarkan penyelidikan awal, bentrokan ini diduga telah direncanakan sebelumnya. Meski petugas sempat membubarkan massa pada pertemuan pertama, kedua kelompok tersebut kembali berkumpul dan melakukan tawuran susulan setelah petugas meninggalkan lokasi kejadian.
Pelaku yang terbukti bersalah terancam dijerat Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan dengan ancaman penjara maksimal 15 tahun.
Kabid Humas Polda Sumatera Selatan (Sumsel), Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya mengungkapkan keprihatinan mendalam atas kejadian tersebut.
“Polda Sumsel bersama jajaran Polrestabes Palembang sedang bekerja keras mengidentifikasi dan menangkap seluruh pihak yang bertanggung jawab atas kejadian ini. Tawuran bukan solusi, dan siapa pun yang terlibat akan berhadapan dengan hukum,” ungkapnya.
Pihak kepolisian saat ini terus mengembangkan penyelidikan untuk menelusuri aktor penggerak di balik perencanaan tawuran tersebut.
Masyarakat juga diimbau untuk segera melapor jika mengetahui keberadaan para terduga pelaku agar proses hukum dapat berjalan dengan cepat dan transparan.
“Kami pastikan proses hukum akan berjalan tegas. Kami juga mengimbau masyarakat untuk aktif memberikan informasi kepada kepolisian apabila mengetahui keberadaan para terduga pelaku,” pungkasnya.
(Tia/Nusantaraterkini.co)
