Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Peluk Saudara Sambil Menangis, Istri Pelatih Valencia Menanti Keajaiban di Labuan Bajo

Editor :  hendra
Reporter :  Hendra Mulya
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Tim saat menyisir lokasi kapal tenggelam di Labuan Bajo. Pelatih Valencia dan anaknya belum ditemukan. (Foto: istimewa)

Nusantaraterkini.co, NTT – Duka mendalam menyelimuti Pelabuhan Marina Labuan Bajo. Mar Martinez Ortuno, istri pelatih Tim B Wanita Valencia CF, Martin Carreras Fernando, tak kuasa menahan tangis saat menanti kabar suami dan tiga anaknya yang hilang akibat tenggelamnya kapal pinisi KM Putri Sakinah.

Martin bersama ketiga buah hatinya dilaporkan menjadi korban dalam insiden kapal wisata yang tenggelam di perairan Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. Hingga Minggu (28/12/2025), tim SAR gabungan masih terus melakukan pencarian intensif.

BACA JUGA : Pelatih Valencia CF Femenino B Tewas dalam Tragedi Kapal Wisata di Labuan Bajo

Sejak pagi, Mar sudah berada di Pelabuhan Marina untuk menyaksikan langsung proses pengiriman logistik serta keberangkatan tim SAR tambahan menuju perairan sekitar Pulau Padar. Dengan raut wajah tegar, ia sempat menanyakan perkembangan pencarian kepada Kepala KSOP Kelas III Labuan Bajo, Stephanus Risdiyanto.

Namun suasana berubah haru ketika dua anggota keluarganya tiba di pelabuhan. Mar berlari menghampiri mereka dan langsung memeluk erat. Tangisnya pecah di bahu sang saudara, tak lagi mampu dibendung.

BACA JUGA : Kapal Wisata Tenggelam di Labuan Bajo, Empat Turis Spanyol Masih Dalam Pencarian

Momen penuh emosi itu kembali terlihat saat mereka berbincang dengan petugas pelabuhan dan tim SAR. Air mata terus mengalir di wajah Mar, sesekali ia memeluk keluarganya sambil berulang kali memohon bantuan.

“Help, help…” ucap Mar lirih kepada petugas SAR, berharap suami dan anak-anaknya segera ditemukan.

Hingga berita ini diturunkan, proses pencarian masih berlangsung dengan melibatkan berbagai unsur, termasuk Basarnas, TNI AL, Polair, dan relawan setempat.

(Dra/nusantaraterkini.co)