Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Pemberdayaan Perempuan di Sektor Ekonomi Didorong untuk Wujudkan Kebijakan Inklusif Gender

Editor :  Rozie Winata
Reporter :  Luki Setiawan
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat. (Foto: istimewa)

Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Dalam upaya pemberdayaan perempuan di sektor ekonomi perlu mewujudkan kebijakan yang inklusif gender sebagai bagian dari langkah peningkatan peran perempuan dalam proses pembangunan.

"Perempuan memerlukan dorongan untuk mengatasi hambatan struktural dan teknis di sektor ekonomi agar mampu berperan lebih luas di berbagai bidang kehidupan," kata Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat, Jumat (17/5/2024).

Baca Juga : UU PPRT Disahkan, Lestari Moerdijat: Langkah Nyata Emansipasi Perempuan

Pada The First Meeting of The Policy Partnership on Women and the Economy 2024 (PPWE l) yang diadakan oleh Women and the Economy Forum, APEC Peru 2024, pemerintah melalui Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak berkomitmen meningkatkan peran perempuan dalam bidang ekonomi dengan langkah-langkah konkret mewujudkan kemudahan akses pelatihan teknis, finansial, pasar, dan digital literasi bagi perempuan.

Baca Juga : MPR: Guru Perempuan Adalah Kunci Utama Pembentukan Karakter Generasi Bangsa

Langkah itu diambil karena  64,5% usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Indonesia dimiliki dan dikelola oleh perempuan.

Menurut Lestari, langkah konkret pemerintah itu harus terus didorong dan diperluas cakupannya karena merupakan langkah yang strategis.

Baca Juga : Anis Byarwati: Kartini Simbol Keberanian Perempuan Pembentuk Peradaban

Penguatan berbagai UMKM yang mayoritas pengelolaannya perempuan, ujar Rerie sapaan akrab Lestari, ikut meningkatkan kemandirian perempuan untuk kemudian mampu ikut berkontribusi pada berbagai proses pembangunan nasional.

Baca Juga : Panglima TNI Apresiasi Pemberdayaan Perempuan Dharma Pertiwi untuk Ketahanan Bangsa

Rerie berharap sejumlah langkah strategis lainnya berupa peningkatan kesejahteraan ibu dan anak melalui berbagai program peningkatan kesehatan yang berkelanjutan.

Bila pada lingkungan keluarga sudah terjamin kesehatan dan kesejahteraannya, menurut Anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu, berbagai upaya untuk meningkatkan kapasitas perempuan untuk berperan aktif di sejumlah sektor dapat lebih terbuka.

Rerie sangat berharap para pemangku kepentingan di tingkat pusat dan daerah mampu ikut mendorong melalui berbagai upaya dalam proses pemberdayaan perempuan di tanah air.

(cw1/nusantaraterkini.co)