Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Pemprov Sumut Dorong Pemanfaatan Teknologi Daur Ulang Sampah

Editor :  Rozie Winata
Reporter :  Redaksi
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Pj Sekda Sumut Effendy Pohan saat menerima audiensi Ikatan Pemulung Indonesia (IPI) Sumut di Kantor Gubernur Sumut, Kamis (23/1/2025). (Foto: dok Infosumut)

Nusantaraterkini.co, MEDAN - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) terus mendorong pemanfaatan teknologi dalam pengolahan daur ulang sampah plastik. Sebab, selain bermanfaat untuk mengurangi sampah dan mencegah pencemaran lingkungan, juga dapat menjadi peluang usaha.

Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sumut Effendy Pohan mengatakan, kebutuhan teknologi pengelolaan sampah, terutama berbahan plastik sudah menjadi pembahasan banyak pihak, khususnya di kalangan pegiat/aktivis lingkungan, mengingat persoalan sampah ini ada di setiap daerah.

“Kita menyambut baik kehadiran IPI Sumut yang membawa wacana pengelolaan sampah ini. Karena memang langkah daur ulang limbah plastik ini adalah kebutuhan dalam rangka mengurangi volume limbah,” ujarnya saat menerima audiensi Ikatan Pemulung Indonesia (IPI) Sumut di Kantor Gubernur Sumut, Kamis (23/1/2025).

Baca Juga: Cerita Warga yang Berikan Hadiah 2 Truk Sampah di Hari Ulang Tahun Bupati Pemalang

Untuk upaya penguatan langkah pengelolaan limbah plastik, jelasnya, perlu ada regulasi yang jelas agar semua pihak yang terkait, memiliki tanggung jawab terhadap masalah limbah, terutama perusahaan yang menghasilkan produk berkemasan plastik.

Usai audiensi, Pj Sekdaprov mengatakan usulan dari IPI Sumut akan ditindaklanjuti melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan, agar melihat potensi regulasinya.

Baca Juga: Ulat Pemakan Plastik Ditemukan di Afrika, Bisa Jadi Solusi Atasi Sampah

Sementara itu, Ketua IPI Sumut Risdianto mengharapkan, agar para pemulung bisa menghadirkan mesin pengolah sampah plastik menjadi bahan daur ulang. Tentunya melalui peran pemerintah daerah, sehingga persoalan limbah yang semakin besar, bisa dikurangi melalui teknologi tersebut.

“Secara teknis, limbah plastik akan didaur ulang menjadi balok plastik dan bisa dipakai sebagai bahan baku pembuatan berbagai produk, mulai dari furniture hingga kebutuhan properti lainnya,” jelasnya.

(*/Nusantaraterkini.co)