Nusantaraterkini.co, MEDAN - Gubernur Sumatera Utara, Bobby Afif Nasution, tanggapi adanya video viral di sejumlah media sosial yang memperlihatkan aksi protes para pedagang soal distribusi Cabai murah di salah satu pasar tradisional yang ada di Kota Medan.
Dalam keterangannya saat berada di Kantor Gubernur Sumatera Utara, Bobby menyebutkan jika intervensi harga Cabai yang dilakukan pihaknya itu merupakan kepentingan bersama untuk Masyarakat yang ada di Sumut.
Baca Juga : Rupiah Mulai Bangkit, Menguat Tipis Lawan Dolar AS
Untuk itu, dirinya pun menegaskan jika langkah intervensi yang dilakukan Pemprov Sumut itu untuk Masyarakat luas, bukan hanya untuk melindungi sebagian pedagang atau distributor.
"Kita minta kepada distributor-distributor jangan bandel kali ya, kita intinya untuk mengintervensi harga. jadi kita juga uda tawarkan kepada distributor silahkan ambil barangnya," Ujarnya, Rabu (29/10/2025).
Baca Juga : Harga Cabai di Sejumlah Pasar Tradisional Turun jadi Rp35 Ribu Per Kg
Tidak hanya itu, Gubernur Sumut ini pun juga turut menegaskan kepada distributor untuk dapat bekerja sama mengambil sejumlah barang komoditas yang disediakan Pemprov Sumut agar dapat segera menstabilkan harga di lapangan.
"Jadi kalau distributornya tidak mau ambil, ya kita coba langsung intervensi ke pasar. karna ini kepentingannya untuk seluruh masyarakat, bukan untuk segelintir orang," Tegas Bobby.
Sementara itu, menurut Bobby, langkah intervensi yang dilakukan Pemprov Sumut telah menunjukan hasil yang positif. Dimana, berdasarkan hasil rakor pengendalian inflasi dengan mendagri beberapa waktu lalu, harga cabai kini tidak lagi penyumbang angka inflasi terbesar di Sumatera Utara.
Baca Juga : Antisipasi Inflasi, Gubernur Bagi Solar Dryer Dome ke Petani, Pedagang Lontong Wanti-Wanti
Sebelumnya, sejumlah pedagang pasar terlihat melakukan aksi protes terhadap adanya kebijakan intervensi yang dilakukan Pemprov Sumut dengan cara menjual komoditas murah disalah satu pasar yang ada di Kota Medan.
Dimana, aksi protes para pedagang yang videonya sempat viral di sejumlah sosial media Instagram ini pun menyebutkan, jika langkah yang dilakukan oleh Pemerintah tersebut merugikan para pedagang yang sebelumnya telah membeli stok barang dengan harga tinggi dari distributor.
(Cw4/Nusantaraterkini.co)
