Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Pengamat Nilai Edy Rahmayadi Sulit Berlayar usai PKS Gabung Koalisi Bobby Nasution

Reporter :  Redaksi
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Pengamat Politik dari Yayasan Rumah Konstitusi Indonesia (YRKI), Amir Hamdani Nasution./Ist

Nusantaraterkini, MEDAN - Pengamat Politik dari Yayasan Rumah Konstitusi Indonesia (YRKI), Amir Hamdani Nasution menilai Pilgub Sumut 2024 tidak akan menjadi sesuatu yang menarik apabila Edy Rahmayadi tidak ikut bertarung dalam pesta demokrasi yang akan berlangsung pada 27 November 2024 nanti. 

Ketua YRKI ini memprediksi bahwa akan sulit bagi Edi Rahmayadi berlayar seiring dengan berlabuhnya Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ke Koalisi Bobby Nasution. 

"Basis pemilih Edy akan banyak bergeser ke Bobby, seiring dengan konfigurasi politik sekarang. Di satu sisi ini semakin memperkuat barisan Bobby, di sisi lain semakin menggerus segmen pemilih Edy di akar rumput. Kita mesti ingat bahwa militansi kader dan loyalitas pemilih PKS selalu mempunyai pengaruh yang tidak bisa dipandang sebelah mata dalam setiap Pilkada", ujar Amir Hamdani yang juga aktif sebagai Dosen Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) As-Syafi'iyah Medan, Minggu (4/8/2024). 

Baca Juga : Bobby dan Teguh Top of Mind Cakada Sumut 2024 Survei LKPI, Pengamat: Milenial dan Gen Z Cari Pemimpin Muda dan Mumpuni

Amir Hamdani menambahkan bahwa PDIP bisa saja mengurungkan niatnya untuk tidak mengusung Edy Rahmayadi karna variabel basis Edy terindikasi bergerak menuju keadaan yang rapuh. 

"PDIP kemungkinan akan mengkocok ulang skema demi skema untuk menghadirkan sosok yang punya basis pemilih yang kuat dan terkonsolidasi, PDIP pasti berfikir keras untuk menghindari situasi terburuk yakni menelan kekalahan yang keempat dalam Pilgubsu," pungkasnya.

(fer/nusantaraterkini.co) 

Baca Juga : YRKI Dukung Pilkada Damai di Sumut: Jangan Sibuk Terus soal Suap dan Cewek!