Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Pengungsi di Desa Dolok Nauli Butuh Pakaian Layak dan Obat-obatan

Reporter :  Junaidin Zai
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Warga Desa Dolok Nauli mengungsi di Gereja HKBP Lobupining, Kecamatan Adian Koting, Jumat (28/11/2025). (Foto: Junaidin Zai/Nusantaraterkini.co)

Nusantaraterkini.co, TAPANULI UTARA - Sebanyak 100 Kepala Keluarga warga Desa Dolok Nauli, Kecamatan Adian Koting, Kabupaten Tapanuli Utara, mengungsi ke Gereja HKBP Lobupining akibat bencana longsor yang terjadi pada beberapa hari terakhir. Saat ini, mereka  membutuhkan pakaian layak.

Kepala Desa Dolok Nauli, Jonas Aritonang, menyampaikan  warga telah mengungsi sejak Rabu (26/11/2025) hingga Jumat (28/11/2025). Lokasi pengungsian, lanjut Jonas, merupakan kawasan paling aman. Berbeda dengan lokasi pemukiman warga yang dikelilingi perbukitan.

Baca Juga : Banjir dan Longsor Tapteng Tewaskan Empat Warga, BPBD: Sejumlah Wilayah di Sumut Masuki Masa Siaga 

“Yang terdampak ada tiga dusun dan dusun satu yang paling parah. Kebutuhan obat-obatan juga sudah kita minta bidan desa untuk membantu," kata Jonas, seraya menyebutkan warga pengungsi ini sudah tidak memiliki rumah.

Dikatakannya, Gereja HKBP Lobupining merupakan posko utama. Semua aktivitas dilakukan di gereja tersebut, termasuk dapur darurat. Sementara relawan yang datang menyalurkan logistik seadanya, susu untuk anak-anak, serta beras dan juga telur.

Selain di gereja, warga lainnya membangun posko di kawasan pemukiman yang masih aman. Lokasinya tak jauh dari posko utama.

Baca Juga : Polairud dan Tim SAR Gabungan Maksimalkan Evakuasi Korban Banjir di Sibolga–Tapteng
Wakil Bupati Tapanuli Utara, Deni Lumbantoruan, mengatakan warga yang mengungsi sangat membutuhkan pakaian yang layak. Di luar stok makanan dan minuman.

"Ada beberapa lokasi pengungsian, ini (gereja) yang utama. Semua aktivitas dilakukan di sini. Warga juga dapat akses internet yang sudah disediakan," ucap Deni.

Sebagai informasi, akses menuju lokasi pengungsian warga Desa Dolok Nauli sudah dapat dilalui. Meski begitu, pinggiran jalan masih meninggalkan lumpur dan tumpukan tanah.

(Cw7/Nusantaraterkini.co)