nusantaraterkini.co, DELISERDANG - Warga yang mengungsi di Desa Lama, Dusun 4, Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deliserdang tepatnya di Musalah Al-Hasan, keluhkan sulitnya mendapatkan makanan dan minimnya perlengkapan untuk anak-anak hingga bayi, Minggu (30/11/2025).
Warga mempertanyakan omongan Bupati Deliserdang dr H Asri Ludin Tambunan yang beberapa waktu lalu mengunjungi posko pengungsian.
Di mana Bupati Deliserdang berjanji akan memenuhi makan tiga kali sehari. Namun fakta yang terjadi sungguh miris.
Baca Juga : Operasi Ketupat Toba 2026: Gangguan Kamtibmas dan Lakalantas di Sumut Turun Signifikan
Seorang pengungsi, Nadya mengatakan bahwa makanan sulit didapat di posko Musalah Al-Hasan.
"Makanan yang dijanjikan Bupati cuma cakap-cakap doang. Buktinya makan sedikit itu pun Indomie sama nasi dan datang jam 14.00 WIB. Sehari cuma sekali," ungkapnya saat dihubungi melalui telepon seluler, Minggu (30/11/2025), malam.
Tak hanya itu, jika menu ayam penyet, lanjut ibu satu anak ini, setiap kepala keluarga dijatah.
Baca Juga : KAI Sumut Intensifkan Perawatan Jalur Rel Jelang Angkutan Mudik Lebaran 2026
"Jadi kalau menu ayam penyet, itu satu keluarga cuma dapat satu porsi saja. Pemerintah tidak serius menangani para pengungsi," bebernya.
Tak hanya kesulitan makan, bahkan bagi yang punya anak kecil hingga bayi lebih miris. Sebab perlengkapan bayi sangat minim.
"Kayak saya lah punya anak bayi, itu susu harus benar-benar dihemat dan tidak sesuai peruntukan dengan usia bayi. Mau tidak mau harus diberikan juga," katanya.
Baca Juga : SMSI Madina Berbagi Beras untuk Anak Yatim dan Jompo di Panyabungan
Nadya berharap Bupati Deliserdang, hingga Gubernur Sumut serius memperhatikan kondisi para pengungsi.
"Harusnya pemerintah Sumut terkhususnya Deliserdang serius memberikan bantuan mendasar. Jangan masyarakat dibuat mati perlahan," sebutnya.
(mft/Nusantaraterkini.co)
Baca Juga : Implementasikan UU Tentang Desa, Bupati Madina Kukuhkan 370 Kepala Desa
