Nusantaraterkini.co, MEDAN - Penolakan revitalisasi Pusat Pasar hingga saat ini masih terus diperjuangkan pedagang.
Seorang pedagang inisial MS menyampaikan, bahwa hasil diskusi beberapa waktu lalu yang diketahuinya, revitalisasi hanya menyasar ke Medan Mall dan Central, sedangkan untuk Pusat Pasar hanya dilakukan perbaikan.
"Sepengetahuan saya, hasil diskusi kemarin, Madan Mall dan Central yang akan direvitalisasi, kalau Pusat Pasar hanya perbaikan saja, supaya tidak bocor dan banjir," ucapnya saat ditemui Nusantaraterkini.co, Senin (30/9/2024).
Baca Juga : DPRD Medan Desak Pemko Percepat Proyek Infrastruktur 2024, Fokus Utama Atasi Banjir
Dikatakannya, pihak pedagang saat ini sedang mengumpulkan dana untuk biaya yang nanti akan digunakan apabila ada aksi selanjutnya.
Kabar revitalisasi pun turut membuat omset para pedagang makin menurun. Belum lagi uang iuran yang harus dibayarkan sebesar Rp 325 ribu hingga Rp 500 ribu.
"Ini kita kumpulkan dana untuk operasional demo untuk menolak keras revitalisasi itu, kalau uang per bulan yang harus dikeluarkan Rp 325 ribu lantai dua untuk satu kios, kalau lantai tiga sampai Rp 500 ribu, bisa dibilang uang maintenance lah," ungkapnya.
Baca Juga : Wali Kota Medan Sambut Kepulangan Jemaah Haji Kloter 9 Asal Kota Medan
Ia pun mengatakan, bahwa kios tersebut hanya berstatus Hak Guna Bangunan (HGB). Ia juga menceritakan pada delapan tahun yang lalu atau sebelum pandemi Covid harga satu kios yang berada di lantai dua cukup tinggi yakni Rp 250 juta dan Rp 100 juta untuk ukuran kecil.
"Kalau saya beli sekitar Rp 50 juta ini udah lama, tapi sebelum Covid kemarin harga sudah tinggi satu kiosnya Rp 250 juta dan Rp 100 juta untuk yang jarang dilalui pembeli," tambahnya.
Terkait tarif parkir untuk roda dua dikenakan tarif Rp 3000, sedangkan untuk roda empat awal masuk dikenakan tarif Rp 5000, kemudian pada jam berikutnya tarif bertambah Rp 2000 per jam, maksimal Rp 20.000 di hari biasa dan Rp 25.000 untuk weekend.
(cw4/nusantaraterkini.co)
