Nusantaraterkini.co, BEKASI – Pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan resmi memulai Program Pelatihan Vokasi Nasional (PVN) Batch I Tahun 2026 sebagai langkah strategis untuk mempercepat penyerapan tenaga kerja terampil di Indonesia. Bertempat di Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Bekasi, Rabu (8/4/2026), Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menegaskan bahwa program ini merupakan target operasional prioritas dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia secara masif.
"Pada tahap pertama ini, sebanyak 10.405 peserta dari total 29.850 pendaftar telah terpilih untuk mengikuti pelatihan intensif yang dirancang khusus guna menjawab kebutuhan dunia industri saat ini," kata Yassierli, dalam siaran persnya, yang diterima redaksi, Kamis (9/4/2026).
Baca Juga : Menaker Pacu Talenta Muda Jadi Inovator dan Pencipta Kerja Lewat Talent & Innovation Hub
Dalam upaya percepatan distribusi kompetensi yang merata, lanjutnya, pelatihan ini dilaksanakan secara serentak di 21 Balai Latihan Kerja (BLK) pusat, 13 satuan pelatihan Binalavotas, serta 46 BLK UPTD di seluruh Indonesia. Sistem serentak ini bertujuan memberikan akses yang adil bagi seluruh pencari kerja, termasuk kelompok disabilitas melalui jalur afirmasi.
Baca Juga : Kemnaker Siapkan Pelatihan Agroforestry untuk Perluas Peluang Kerja
"Menariknya, langkah akselerasi ini menunjukkan hasil konkret, di mana sekitar 50 persen peserta pada batch pertama telah mengantongi komitmen penempatan kerja dari mitra industri bahkan sebelum pelatihan berakhir. Ini mencerminkan kuatnya ekosistem link and match yang dibangun pemerintah," ujar Menaker.
Guna memastikan setiap peserta dapat fokus pada peningkatan hardskill maupun softskill, pemerintah memberikan dukungan penuh melalui fasilitas gratis yang mencakup biaya pelatihan, konsumsi, transportasi, hingga perlindungan jaminan kecelakaan kerja dan kematian. Peserta yang lulus nantinya akan menerima sertifikat kompetensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) sebagai bukti keahlian yang diakui secara nasional.
Baca Juga : Sektor Informal Masih Mendominasi, Wamenaker: Pemuda Perlu Ciptakan Lapangan Kerja Baru
"Dukungan ini penting agar peserta dapat mengikuti pelatihan dengan lebih fokus tanpa terbebani biaya dasar selama proses belajar," ujar Yassierli yang saat itu didampingi Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor dan Wakil Wali Kota Bekasi Abdul Harris Bobihoe.
Baca Juga : Kemnaker Komitmen Ciptakan Lapangan Kerja Inklusif bagi Mantan Warga Binaan
Direktur Jenderal Binalavotas, Darmawansyah, menambahkan, seluruh proses pendaftaran hingga seleksi dilakukan secara transparan dan terintegrasi melalui platform digital skillhub untuk menjamin akuntabilitas program. Dengan target total 70.000 peserta sepanjang tahun 2026 yang dibiayai penuh oleh APBN, Program Pelatihan Vokasi Nasional ini diharapkan menjadi mesin penggerak dalam mengurangi angka pengangguran serta meningkatkan daya saing angkatan kerja Indonesia di kancah global.
Baca Juga : Menaker Tegaskan Pentingnya Sertifikasi Kompetensi bagi Lulusan Magang
"Percepatan integrasi antara kurikulum pelatihan dan standar kebutuhan industri menjadi kunci utama pemerintah dalam mewujudkan transformasi tenaga kerja yang produktif dan inovatif mulai tahun ini," sebutnya.
(Emn/Nusantaraterkini.co)
