Nusantaraterkini.co,CARACAS-Sejumlah maskapai penerbangan internasional terkemuka memutuskan untuk menangguhkan operasi mereka dari Caracas, Venezuela, Sabtu (22/11/2025) waktu setempat. Gelombang pembatalan penerbangan Venezuela ini dipicu oleh adanya Peringatan Bahaya (Hazard Warning) resmi yang dikeluarkan oleh Administrasi Penerbangan Federal Amerika Serikat (FAA).
Peringatan tersebut secara langsung menimbulkan kekhawatiran serius mengenai keselamatan penerbangan sipil di wilayah udara Venezuela di tengah situasi keamanan yang memburuk dan meningkatnya aktivitas militer di kawasan.
Baca Juga : 2 Penerbangan Haji Ditunda Imbas Perang Iran dan Israel
Menurut data yang tercatat oleh Flightradar24 dan situs resmi Bandara Internasional Simon Bolivar Maiquetia, maskapai-maskapai besar yang membatalkan penerbangan dari Caracas termasuk Gol dari Brasil, Avianca dari Kolombia, dan TAP Air Portugal.
Otoritas penerbangan Kolombia, Aeronautica Civil, secara eksplisit mengakui risiko potensial saat terbang di area Maiquetia, menyebut kondisi keamanan yang memburuk dan meningkatnya aktivitas militer sebagai faktor utama keputusan ini.
Penangguhan operasional ini dikonfirmasi langsung oleh maskapai yang bersangkutan.
TAP Air Portugal, misalnya, mengonfirmasi pembatalan penerbangan yang dijadwalkan pada hari Sabtu dan Selasa berikutnya.
"Keputusan ini menyusul informasi dari otoritas penerbangan Amerika Serikat yang menyebut bahwa kondisi keamanan di wilayah udara Venezuela tidak terjamin," demikian bunyi pernyataannya, seperti dilansir RMOL.
Baca Juga : Tanggap Darurat, Imigrasi Medan Kawal Pendaratan Pesawat Saudi Airlines SV5688 di Kualanamu
Sementara itu, maskapai Spanyol, Iberia, mengambil langkah lebih drastis dengan mengumumkan pembatalan semua penerbangan menuju Caracas, berlaku mulai Senin, 24 November 2025, hingga adanya pemberitahuan lebih lanjut.
Meskipun penerbangan Iberia dari Caracas ke Madrid pada hari Sabtu tetap diberangkatkan, juru bicara perusahaan menyatakan bahwa perusahaan akan terus mengevaluasi situasi.
"Hal ini untuk menentukan kapan penerbangan dapat dilanjutkan," ujar juru bicara Iberia.
Peringatan dari FAA sendiri didasarkan pada penilaian bahwa situasi keamanan yang memburuk dan peningkatan aktivitas militer di dalam atau sekitar Venezuela dapat menimbulkan risiko bagi pesawat di seluruh ketinggian. Peringatan ini muncul menyusul laporan tentang peningkatan pengerahan militer Amerika Serikat di kawasan tersebut, termasuk kehadiran kapal induk terbesar Angkatan Laut AS, delapan kapal perang lainnya, dan pesawat tempur F-35, yang menambah ketidakpastian.
Daftar penangguhan penerbangan terus bertambah, dengan Latam Airlines juga membatalkan penerbangan menuju Bogota yang dijadwalkan pada Minggu. Namun, di tengah gelombang pembatalan ini, beberapa maskapai, seperti Copa Airlines dan Wingo, tercatat masih mempertahankan jadwal dan mengoperasikan penerbangan dari Maiquetia pada hari Sabtu tanpa perubahan.
(*/Nusantaraterkini.co)
