Nusantaraterkini.co, JAKARTA – PT Pertamina (Persero) memastikan distribusi energi serta penyaluran bantuan kemanusiaan bagi masyarakat di wilayah terdampak bencana terus berjalan secara optimal.
Hal tersebut disampaikan oleh Corporate Secretary PT Pertamina, Arya Dwi Paramita, dalam pemaparan resmi terkait langkah tanggap darurat perusahaan.
Baca Juga : Pertamina EP Rantau Salurkan Bantuan Kasur dan Alat Ibadah ke Pesantren Aceh Tamiang
Pertamina menyampaikan simpati dan duka cita yang mendalam atas peristiwa bencana yang terjadi. Sejak awal kejadian, perusahaan langsung bergerak memberikan pelayanan kepada masyarakat, baik melalui pengamanan pasokan energi maupun bantuan kemanusiaan.
“Sejak terjadinya peristiwa hingga saat ini, Pertamina telah melaksanakan berbagai upaya pelayanan kepada masyarakat. Bantuan ini dilakukan untuk memastikan distribusi energi tetap berjalan dan masyarakat dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan baik,” ujar Arya, Sabtu (10/1/2026).
Baca Juga : Pertamina EP Rantau Buka Posko Kesehatan Gratis untuk Korban Banjir Aceh Tamiang
Distribusi BBM dan LPG Berangsur Normal
Pertamina mencatat sekitar 250 agen dan pangkalan terdampak di sejumlah wilayah. Meski demikian, secara bertahap operasional distribusi BBM dan LPG telah kembali normal. Di Sumatera Utara dan Sumatera Barat, mayoritas lembaga penyalur telah kembali beroperasi, bahkan beberapa wilayah sudah mencapai 100 persen operasional.
Hingga saat ini, dari 156 SPBU, sebanyak 151 SPBU telah beroperasi kembali atau lebih dari 90 persen. SPBU yang belum beroperasi umumnya terkendala akses jalan yang masih terbatas. Untuk mengantisipasi hal tersebut, Pertamina melakukan penguatan pasokan di SPBU terdekat.
Akses distribusi dari Integrated Terminal Lhokseumawe ke Aceh Utara juga mulai terbuka meskipun belum sepenuhnya normal. Pertamina memaksimalkan pengiriman menggunakan armada berkapasitas terbatas sambil menunggu akses jalan pulih sepenuhnya.
Tiga Pola Distribusi Energi
Dalam kondisi darurat, Pertamina menerapkan tiga pola distribusi energi, yaitu metode reguler, alternatif, dan emergency. Selain jalur darat, Pertamina juga menggunakan jalur laut dan udara, termasuk helikopter dan pesawat, untuk menjangkau daerah yang sulit diakses.
“Kami berkolaborasi dengan pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI/Polri, dan BNPB agar distribusi energi bisa tetap menjangkau masyarakat terdampak,” jelas Arya.
Penyaluran Bantuan Kemanusiaan
Selain menjaga pasokan energi, Pertamina juga menyalurkan bantuan kemanusiaan melalui lima posko utama yang tersebar di Aceh dan Sumatera Barat. Bantuan tersebut meliputi dukungan energi untuk dapur umum, BBM untuk kendaraan operasional, serta LPG untuk kebutuhan memasak masyarakat.
Baca Juga : Distribusi BBM ke Sibolga Masih Terkendala, Akses Jalan Belum Bisa Dilalui Kendaraan Besar
Total bantuan energi yang telah disalurkan mencapai 18.938 kilogram LPG atau setara dengan sekitar 300 ribu tabung, serta 654 kiloliter BBM yang terdiri dari Dexlite, Pertamax, dan Avtur.
Bantuan Air Bersih dan Reaktivasi Sumur
Pertamina juga fokus pada pemenuhan kebutuhan air bersih masyarakat. Sebanyak 15 mobil tangki air dikerahkan untuk mendistribusikan air bersih. Selain itu, Pertamina melakukan reaktivasi sumur-sumur masyarakat yang terdampak agar kembali dapat digunakan.
Hingga saat ini, beberapa sumur bor telah berhasil diaktifkan kembali dengan melibatkan tim ahli dan kolaborasi bersama masyarakat setempat. Pertamina juga menurunkan tambahan personel untuk mempercepat proses pemulihan akses air bersih.
“Harapannya, seluruh upaya ini dapat membantu masyarakat bangkit kembali dan menjalani kehidupan sehari-hari dengan lebih baik,” tutup Arya.
(cw1/nusantaraterkini.co)
