Nusantaraterkini.co, JAKARTA – Menteri Agama Republik Indonesia, Nasaruddin Umar, secara resmi menyampaikan ucapan selamat Hari Raya Idulfitri 1 Syawal 1447 Hijriah kepada seluruh umat Muslim di tanah air. Dalam momentum hari kemenangan ini, Menag menekankan bahwa esensi sejati dari perayaan Lebaran tahun 2026 bukan sekadar kembali pada rutinitas makan dan minum, melainkan manifestasi dari kepekaan sosial yang telah ditempa selama satu bulan penuh di bulan suci Ramadan.
Menurutnya, puasa harus dipandang sebagai kawah candradimuka bagi pembentukan karakter yang lebih peduli terhadap kondisi masyarakat di sekitar, terutama bagi mereka yang masih hidup dalam kekurangan.
Baca Juga : Kemenag Tegaskan Isu Dana Kas Masjid Dikelola Pemerintah Adalah Hoaks
Nasaruddin menjelaskan bahwa setiap detik menahan lapar dan dahaga selama Ramadan mengandung pesan moral yang sangat kuat untuk mengasah sisi kemanusiaan setiap individu. Ia berharap gema takbir yang berkumandang saat ini menjadi simbol kemenangan spiritual yang nyata, di mana umat Islam berhasil menaklukkan ego pribadi demi kepentingan kemaslahatan yang lebih luas.
Baca Juga : Hasil Sidang Isbat, Pemerintah Tetapkan Idulfitri 1 Syawal 1447 H Jatuh pada Sabtu 21 Maret 2026
"Puasa adalah proses mengasah kepekaan sosial. Di balik rasa lapar dan dahaga tersimpan pesan kuat tentang empati kepada sesama dan kepedulian pada mereka yang kekurangan," ujar Nasaruddin Umar dalam pernyataan resminya, seperti dilansir RMOal, Jumat (20/3/2026).
Lebih lanjut, Menag menggarisbawahi bahwa tolok ukur keberhasilan seseorang dalam menjalankan ibadah Ramadan akan terlihat dari konsistensinya menjaga nilai-nilai kesalehan selama sebelas bulan ke depan. Kemenangan spiritual yang diraih tidak boleh padam begitu saja seiring berakhirnya bulan suci, melainkan harus terus menyala dalam bentuk kejujuran, disiplin, dan pengabdian sosial di tengah kehidupan berbangsa. Keberkahan Idulfitri, lanjutnya, hanya akan hadir pada hati yang terbuka dan mau memberikan manfaat nyata bagi lingkungan sekitar, sehingga harmoni sosial dapat terjalin dengan lebih kokoh.
Baca Juga : 7 Negara Siap Berkompetisi di MTQ Internasional Masjid Istiqlal Jakarta Akhir Mei Mendatang
Menutup keterangannya, Nasaruddin Umar mengajak seluruh elemen bangsa untuk menjadikan Idulfitri sebagai momentum rekonsiliasi dan mempererat tali persaudaraan antarwarga negara. Ia menekankan pentingnya menjaga kerukunan serta kedamaian di tengah keberagaman yang ada di Indonesia.
Baca Juga : AYP Bela Menag Soal Jet Pribadi: Bukan Dana Negara, Murni Fasilitas Pribadi
“Selamat Hari Raya Idulfitri 1 Syawal 1447 Hijriah. Taqabbalallahu minna wa minkum, mohon maaf lahir dan batin. Semoga Allah SWT melimpahkan keberkahan, kedamaian, dan kerukunan bagi bangsa Indonesia,” pungkasnya.
(Emn/Nusantaraterkini.co)
Baca Juga : Perkuat Solidaritas, Presiden Prabowo Telepon Presiden Palestina di Hari Raya Idulfitri
