nusantaraterkini.co, NEW YORK – Sidang Umum PBB 2025 di markas besar Perserikatan Bangsa-Bangsa, New York, sempat diwarnai kegaduhan setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyampaikan pidato panjang yang memakan waktu hampir satu jam, Selasa (23/9/2025) pukul 10.00 waktu setempat atau 22.10 WIB.
Trump, yang mendapat giliran berbicara kedua setelah Presiden Brasil Luiz Inácio Lula da Silva, seharusnya hanya memiliki waktu 15 menit sesuai ketentuan. Namun, ia justru berbicara hingga sekitar 57 menit dengan nada penuh kebanggaan atas pencapaiannya selama memimpin.
Akibatnya, suasana ruang sidang yang awalnya kondusif mendadak berubah ricuh. Sejumlah delegasi memilih meninggalkan ruangan. Presiden Majelis Umum PBB, Annalena Baerbock, bahkan harus berkali-kali membunyikan lonceng dan mengetukkan palu untuk meminta peserta kembali ke tempat duduk.
Baca Juga : Upacara Haru di Beirut, UNIFIL Kenang Pengorbanan Kopral TNI Rico Pramudia
“Tolong duduk, hargai pembicara berikutnya,” serunya dari podium.
Meski sebagian peserta akhirnya kembali, kursi kosong tetap terlihat di sejumlah barisan karena banyak delegasi tidak kembali setelah keluar ruangan.
Dalam pidatonya, Trump menegaskan pandangannya soal peran PBB yang menurutnya belum maksimal. Ia juga menyinggung kebijakannya yang mengklaim berhasil mengakhiri tujuh perang besar tanpa campur tangan organisasi internasional itu.
Baca Juga : Sekjen PBB Guterres Sambut Perpanjangan Gencatan Senjata Lebanon-Israel
“Saya selalu katakan, PBB punya potensi besar, tapi kenyataannya belum mendekati potensi itu,” ucap Trump dengan nada berapi-api.
Setelah kondisi berangsur kondusif, giliran Presiden Indonesia Prabowo Subianto naik ke podium sebagai pembicara ketiga. Ia hadir bersama putranya Didit Prabowo, Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri HAM Natalius Pigai, serta Menteri Investasi yang juga CEO Danantara, Rosan Roeslani, yang duduk di kursi delegasi.
(Dra/nusantaraterkini.co).
Baca Juga : Israel Targetkan Serangan ke Istana Presiden Suriah dan Mabes Militer
