Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Pengamat maritim Indonesia dari Ikatan Keluarga Besar Alumni Lemhannas Strategic Center (ISC), Capt. Marcellus Hakeng Jayawibawa menilai PT Pertamina International Shipping (PIS) merupakan salah satu penggerak industri maritim Indonesia.
Hal ini menurutnya didasari kontribusi signifikan PIS dalam mengangkut 1,6 miliar liter BBM, LPG dan minyak mentah guna menjaga ketahanan energi nasional.
Baca Juga : Dua Kapal Tanker Pertamina Tertahan di Selat Hormuz, Dubes Iran Ungkap Alasannya
"Tanpa andil PIS dalam distribusi BBM nasional, masyarakat akan menghadapi kesulitan besar dalam menjalankan kegiatan ekonomi. BBM adalah bahan bakar penting bagi industri, transportasi, serta kehidupan sehari-hari. Tanpa pasokan yang stabil, aktivitas ekonomi nasional dapat terganggu," ujarnya, Kamis (12/9/2024).
Baca Juga : 10 Individu Baru Hiu Paus Ditemukan PIS dan KLHK di Kwatisore Papua
Lebih jauh, kata Hakeng, PIS punya peran penting dalam memajukan kapabilitas pelaut Indonesia agar mampu bersaing di pasar global. Dengan 20 ribu calls kapal per tahun, dan setiap kapal melibatkan rata-rata 15 kru, PIS disebut menciptakan lapangan kerja bagi lebih 7 ribu orang setiap tahun.
"Kontribusi ini sangat signifikan dalam menggerakkan sektor maritim Indonesia, memperkuat ekonomi nasional melalui penciptaan lapangan kerja dan peningkatan kesejahteraan SDM maritim," sebutnya.
Baca Juga : Kejar Target Produksi Minyak Nasional, Gubernur Sumsel Bentuk Satgas Akselerasi Sumur Rakyat
"Ini menunjukkan bagaimana PIS memberikan dampak besar terhadap peningkatan kesejahteraan SDM pelaut Indonesia dan menciptakan kesempatan kerja yang luas di sektor pelayaran," tambahnya.
Baca Juga : Harga BBM Non Subsidi Naik, Gunawan Benjamin Bilang Inflasi akan Tetap Terkendali
Secara keseluruhan, PIS mengelola 330 kapal dengan sekitar 4.950 kru serta 453 kapal support yang melibatkan 2.265 kru tambahan.Di panggung internasional, Capt. Hakeng menyoroti pentingnya ekspansi global PIS yang membawa nama baik Indonesia di dunia internasional.
"Kapal-kapal berbendera Indonesia yang berlayar di perairan internasional membawa citra positif Indonesia. Penggunaan nama-nama pulau di Indonesia untuk kapal PIS bukan hanya langkah simbolis, tetapi juga langkah strategis dalam mempromosikan keindahan dan keberagaman budaya Indonesia," tandasnya.
Baca Juga : Anggaran KKP 2026 Naik Rp13 T, DPR Usul Bangun 1.500 Kapal Nelayan Merah Putih
(cw1/Nusantaraterkini.co)
