nusantaraterkini.co, SULTRA - Enam polisi di Sulawesi Tenggara (Sultra) diduga aniaya lima juniornya. Penganiayaan itu dilakukan lantaran para junior tidak mengetahui nama seniornya.
Kabid Humas Polda Sultra, Kombes Pol Iis Kristian mengungkap alasan enam polisi di Polres Baubau, tega menganiaya juniornya Bripda AK hingga dilarikan ke rumah sakit.
Baca Juga : Mandor Kuli Bangunan Bunuh Majikan Gegara Minta Naik Gaji: Pelaku Sempat Ditampar Korban
Ia mengatakan, keenam polisi tersebut telah ditahan dan diperiksa oleh Propam Polda Sultra. Dari keterangannya, penganiayaan itu terjadi karena korban dan empat rekannya tidak mengenali nama-nama seniornya.
“Korban ini kan polisi baru ya. Saat di Barak itu, ditanya sama seniornya bilang namanya (senior) siapa. Tapi korban tidak tahu,” kata Iis dikutip kumparan pada Kamis (27/2/2025).
Baca Juga : Razia Kos-kosan, Tim Gabungan Temukan 10 Penghuni Positif Narkoba
Karena tak mengenali, korban dan empat rekannya dipukul perutnya berulang kali oleh seniornya.
Iis membeberkan bahwa dalam penindakan tersebut, 6 polisi senior ini tak hanya menganiaya Bripda AK. Tapi, ada 5 junior yang dianiaya pada Jumat (21/2/2025) malam lalu itu.
“Jadi sebenarnya itu, ada 9 polisi junior yang baru masuk. Pada malam itu, 9 junior ini dibangunkan dan ditanya satu-satu siapa nama seniornya. Tapi, hanya ada 4 junior yang tahu nama seniornya,” ucap Iis.
Baca Juga : Hendak Berangkat Sekolah, Siswi di Kampar Tewas Ditabrak
“4 junior yang tahu itu aman. Mereka langsung diminta lanjutkan tidurnya. Untuk 5 junior yang tidak tahu nama seniornya, diberikanlah tindakan itu,” sambungnya.
Tetapi, dalam penganiayaan itu hanya Bripda AK yang mengalami luka serius. Dia harus dilarikan ke rumah sakit untuk dirawat dan bahkan harus dirujuk ke salah satu rumah sakit di Kota Makassar, Sulawesi Selatan.
Sebelumnya, Kasi Humas Polres Baubau, Kompol Abdul Rahmad membenarkan peristiwa tersebut. Ia sangat menyayangkan dan prihatin terhadap kondisi Bripda AK.
“Ini sangat disayangkan juga ya dan kami sangat prihatin terhadap korban,” singkat Rahmad.
(Dra/nusantaraterkini.co).
