nusantaraterkini.co, NISEL - Hingga saat ini pihak kepolisian masih mendalami keterlibatan keluarga lain dalam kasus penganiayaan terhadap seorang anak perempuan berusia 10 tahun di Nias Selatan (Nisel).
Kapolres Nias Selatan, AKBP Ferry Mulyana Sunarya mengatakan, dalam kasus ini, tidak menutup kemungkinan adanya tersangka lain dari pihak keluarga.
Baca Juga : Geger, Warga Temukan Mayat Wanita Dikubur dalam Drum di Tengah Kebun Kopi
"Kemungkinan tersangka bertambah. Kami hanya perlu mengecek kembali terkait dengan visum korban. Keterangan korban sudah ada, cuma kami juga perlu pembuktian," ujar Ferry, Jumat (31/1/2025).
Sejauh ini, lanjut Ferry, sudah ada delapan orang yang diperiksa, termasuk tiga terlapor dan lima saksi yang merupakan tetangga serta kepala desa setempat.
Polisi juga sudah menetapkan satu tersangka dalam kasus penganiayaan ini. Dia adalah berinisial D, yang merupakan tante korban. Saat ini tersangka sudah ditahan.
Baca Juga : Seorang Pria di Bandar Lampung Diduga Jadi Korban Pembunuhan
Kapolres Nias Selatan, AKBP Ferry Mulyana Sunarya, mengatakan penahanan dilakukan di Polres Nias Selatan. Tersangka D diduga melakukan kekerasan fisik terhadap bocah perempuan tersebut.
Penetapan status tersangka ini didasarkan pada hasil visum dan keterangan korban. Polisi masih mendalami lebih lanjut untuk mengetahui keterlibatan terlapor lainnya yang masih merupakan keluarga korban.
Kasus ini menjadi viral setelah kisah pilu bocah yang disiksa keluarganya diunggah oleh akun Facebook bernama Lider Giawa pada Minggu (26/1/2025).
Baca Juga : Pemuda di Grobogan Bunuh Pria Paruh Baya Gegara Tak Terima Sering Nginap di Rumahnya
Setelah melihat unggahan tersebut, Kapolres Nias Selatan langsung menjemput bocah itu untuk dibawa ke rumah sakit guna mendapatkan perawatan medis serta pendampingan psikologi.
Pada unggahan yang viral, disebutkan bahwa bocah ini disiksa oleh kakek, nenek, tante, dan uda selama bertahun-tahun. Kedua kakinya dipatahkan dengan cara diinjak oleh uda dan tantenya. Perlakuan sadis tersebut dilakukan dengan menutup mulut korban dan menginjak kaki korban.
"Ini sungguh biadab dari kecil sampai umur 10 tahun disiksa habis oleh kakek, nenek, bapak udanya dan tantenya," tulis akun tersebut seperti dikutip Repelita.
Kasus ini terungkap setelah korban kabur dari rumah keluarganya karena tidak tahan dengan penyiksaan. Di tengah perjalanan, korban bertemu dengan warga dan menceritakan kisah kelam yang dialaminya.
(Dra/nusantaraterkini.co).
