Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Polres Nias Siaga Tanggap Bencana

Editor :  Rozie Winata
Reporter :  Sofyan Akbar
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Apel kesiapsiagaan bencana di Polres Nias. (Foto: istimewa)

Nusantaraterkini.co, NIAS - Dalam rangka kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana alam, Polres Nias melaksanakan Apel Siaga Tanggap Bencana di Halaman Mapolres, Jumat (17/5/2024).

Bertindak sebagai pimpinan pada apel ini adalah Wakapolres Nias Kompol SK Harefa dan diikuti jajaran Forkopimda Kabupaten Nias dan Kota Gunungsitoli.

Baca Juga : Viral Video Lansia Direndam dalam Lumpur di Nias, DPRD Sumut Minta Polisi Usut Tuntas

Membacakan amanat Kapolres Nias AKBP Revi Nurvelani, dalam sambutannya SK Harefa mengatakan, apel ini bertujuan untuk memastikan kesiapsiagaan personel dan peralatan pengamanan, serta soliditas para pemangku kepentingan dalam menumbuhkan ketenangan dan rasa aman bagi masyarakat menghadapi bencana alam.

Baca Juga : Polres Nias Limpahkan Kasus Anggota DPRD Diduga Aniaya Pramugari ke Polda Sumut

"Indonesia merupakan wilayah yang rawan Bencana. Hal tersebut dilatarbelakangi bahwa Indonesia dikelilingi tiga lempeng tektonik aktif, deretan gunung api aktif dan bagian dari ring of fire serta letak geografis yang dilewati garis khatulistiwa," katanyam

Di samping itu, kondisi hidrologi juga sangat berpengaruh terhadap fenomena alam yang dapat berujung bencana seperti angin putting beliung, banjir bandang dan longsor.

Baca Juga : Gubernur Sumut Dukung Pendirian Balai Latihan Mitigasi Bencana dari Basarnas

Harefa menjelaskan, Kepulauan Nias sendiri pernah mengalami bencana tsunami sebagai dampak dari tsunami Aceh 2004 dan gempa bumi 8,7 Skala Richter (SR) pada Maret 2005 menyebabkan banyaknya jatuh korban jiwa dan kerugian harta benda serta merusak fasilitas negara.

Baca Juga : APKASI Salurkan Donasi Miliaran Rupiah, Wagub Sumut: Kami Tidak Sendirian Menghadapi Bencana

Menyikapi hal tersebut, daerah Kepulauan Nias yang secara geografis dikelilingi oleh Samudera Hindia dan kontur tanah yang berbukit sangat rawan terjadinya bencana. Untuk itu dal menghadapi bencana dibutuhkan sikap, pemikiran dan perilaku tangguh, sehingga dibutuhkan sebuah proses internalisasi antara pengetahuan dan pengalaman.

"Diharapkan timbul kesadaran tidak hanya pada sikap tetapi juga pemikiran dan perilaku. Karenanya apel kesiapsiagaan ini menjadi elemen penting sebagai bentuk ketangguhan menghadapi potensi bencana," pungkasnya.

(akb/nusantaraterkini.co)