Nusantaraterkini.co, MEDAN - Polrestabes Medan mengungkap terkait kasus tewasnya seorang wanita berinisial AS, di salah satu rumah di Jalan Sei Rotan, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deliserdang, beberapa waktu lalu.
Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak menyatakan, dari hasil penyelidikan yang dilakukan, penyidik menemukan fakta jika AS dan seorang wanita berinisial AK yang saat itu juga ditemukan luka berat dengan kondisi bersimbah darah di dalam rumah tersebut, merupakan sesama jenis yang memiliki hubungan khusus selama tiga tahun terakhir.
Sehingga, kasus penganiayaan berat yang menewaskan AS serta mengakibatkan AK terluka berat tersebut, diakibatkan adanya rasa cemburu yang terlalu besar diantara keduanya. Hingga akhirnya, terjadi aksi penganiayaan tersebut, pada Jumat (7/11/2025) lalu.
Baca Juga : Dua Wanita Duel di Sei Rotan, Diduga Punya Hubungan Sesama Jenis
"Dari hasil penyelidikan dengan memeriksa sejumlah saksi yang ada, serta keterangan yang di ambil dari AK yang saat ini tengah di rawat di salah satu rumah sakit, di dapatkan fakta jika antara AS dan AK memiliki hubungan khusus sesama jenis selama tiga tahun terakhir," jelasnya dalam konferensi pers yang digelar Sat Reskrim Polrestabes Medan di Tempat Kejadian Perkara (TKP), Rabu (12/11/2025) sore.
Lebih jauh dikatakan mantan Direktur Res Narkoba Polda Sumut itu, dengan dilakukannya penyelidikan dan ditemukannya sejumlah bukti serta alat bukti pendukung, pihaknya pun dapat menjadikan kasus ini menjadi terang menderang.
"Disini ada DVR CCTV yang membuktikan fakta sesungguhnya. Sehingga, penyidik dapat mengungkap secara terang benderang dari penyelidikan dan penyisiran yang dilakukan," ujarnya.
Baca Juga : Pesinetron Rayyan Peras Pacar Sesama Jenis Gegara Cemburu Korban Punya PIL
Calvijn menjelaskan, jika dalam pengungkapan kasus ini terdapat sembilan adegan penting. Dimana, dalam adegan pertama diketahui terdapat tiga orang yang berada di dalam kamar rumah tersebut, yakni AS, AK serta anak biologis dari AK, Bunga (samaran).
"Dalam rekaman CCTV di dalam rumah, dapat dilihat terdapat 3 orang dalam kamar tersebut yang sedang tertidur. Dan pada pukul 07.18 WIB, saudari AS terbangun dan mengambil gunting di lemari dekat kamar mandi dengan niat melukai saudari AK di dasari motif cemburu," terangnya.
Selanjutnya, pada adegan kedua AS pun membekap AK dengan sebuah bantal dan langsung menusuknya dengan gunting yang ia pegang di bagian punggung, lengan dan perut AK secara berulang kali.
"Ada sekitar sepuluh menit pergumulan antara AS dan AK saat itu. Dan ada yang menarik pada adegan keempat, dimana saat anak AK bernama Bunga menangis dan berteriak lalu keluar dari dalam kamar dengan membuka pintu," ucapnya.
Akibat tangisan dan keluarnya Bunga dari dalam kamar, membuat pergumulan antara AS dan AK pun mereda. Dimana, saat itu AS pun melepas bekapan yang dilakukannya terhadap AK. Selanjutnya, AK pun keluar dari dalam kamar dengan kondisi terluka parah.
Baca Juga : Gerebek Pesta Seks Gay di Puncak, Polisi Tangkap 75 Pelaku
"Pada adegan keenam, saat pergumulan antara AS dan AK terhenti sempat terjadi dialok singkat antara keduanya. Dimana, AK saat itu bertanya kepada AS (kenapa ini bisa terjadi). Dan saat itu, AS pun mengatakan permohonan maafnya kepada AK dengan mengatakan (maaf hilaf)," kata Calvijn.
Saat AK sudah berada di luar kamar, kemudian AS pun mengunci pintu kamar tersebut. Dimana, saat itu AS langsung melakukan penganiayaan terhadap dirinya sendiri dengan cara menusukkan gunting yang ia pegang ke arah tubuhnya secara berulang kali.
"Jadi sampai adegan kesembilan, terlihat jika AS secara berulang kali melukai dirinya sendiri dengan gunting yang dia pegang hingga akhirnya meninggal dunia," papar Calvijn.
Dari pembuktian fakta empiris ini, dan adanya laporan polisi yang sebelumnya dilakukan oleh kakak kandung AS, maka didapati fakta jika korban pembunuhan terhadap AS ini, pelakunya ialah AS sendiri.
"Dalam laporan polisi sebelumnya yang menduga jika pelaku pembunuhan terhadap AS ialah AK. Namun, dengan penyelidikan ini penyidik dapat membuktikan jika pelaku pembunuhan terhadap AS ialah dirinya sendiri," pungkasnya.
(Cw4/Nusantaraterkini.co)
