Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Prabowo Didorong Evaluasi PSN Era Jokowi Buntut Pernyataan Aguan

Editor :  hendra
Reporter :  Redaksi
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Ilustrasi desain kantor istana kepresidenan yang akan dibangun di ibu kota negara (IKN) di Kalimantan Timur. Tahapan pembangunan rencana dimulai tahun ini. (NYOMAN NUARTA/AFP)

nusantaraterkini.co, JAKARTA - Pengakuan konglomerat Sugianto Kusuma alias Aguan yang mengungkap bahwa keterlibatannya dalam proyek strategis Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur hanya untuk menjaga reputasi Presiden Joko Widodo menuai polemik.

Menurut pemerhati sosial Adian Raditus, pengakuan Aguan mencerminkan dilema yang dihadapi pengusaha dalam proyek-proyek besar seperti IKN. 

Adian mempertanyakan apakah Jokowi benar-benar mampu mewujudkan pembangunan IKN tanpa bantuan dari pihak swasta.

Baca Juga : Perbankan DimintaTingkatkan Pengawasan Terkait Pembobolan Rekening Dormant

"Ini wajar dan lumrah, tetapi pertanyaannya adalah kurangnya kebijaksanaan dalam menghadapi realita kemampuan Jokowi untuk membangun IKN sendiri," kata Adian.

Selain itu, kritik muncul terkait kesan bahwa Proyek Strategis Nasional (PSN) digunakan untuk kepentingan komersial tertentu, seperti pengembangan kawasan Pantai Indah Kapuk 2 (PIK2). 

Jika penetapan PSN hanya didasarkan pada faktor komersial, hal ini dapat merusak esensi PSN yang seharusnya lebih mengutamakan kepentingan bangsa dan negara.

Baca Juga : Dalam Dua Hari, Satres Narkoba Langkat Bongkar 3 Kasus Sabu, Amankan 5 Tersangka

Adian menekankan bahwa evaluasi kebijakan pembangunan IKN menjadi penting bagi pemerintahan Prabowo Subianto. 

Evaluasi ini kata dia, diharapkan dapat memastikan bahwa PSN tetap berlandaskan prinsip integritas dan memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat luas.

"Maka jika Presiden Prabowo Subianto melakukan evaluasi, hal itu sangat beralasan dan tepat untuk menjaga agar persepsi tentang status PSN tetap sesuai nilai-nilai kepentingan nasional, sehingga integritas tidak menjadi bias," pungkas Adian dikutip Repelita, Senin (16/12/2024).

(Dra/nusantaraterkini.co).