Prabowo Joget Gemoy dan Julurkan Lidah Saat Debat Capres, KPU Anggap Bukan Bentuk Provokasi
Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Calon Presiden (Capres) Prabowo Subianto dengan nomor urut dua sempat terlihat berjoget dan menjulurkan lidah saat Debat Perdana, Selasa (12/12/2023) kemarin.
Baca Juga : Apresiasi Prabowo di Filipina, GREAT Institute: ASEAN Lahir dari Rahim Solidaritas Kawasan
Meski begitu, Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bidang Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, dan Partisipasi Masyarakat, August Mellaz menyatakan bahwa hal seperti itu tidak dianggap sebagai bentuk provokasi.
Baca Juga : Cegah Korupsi, Gus Ipul Usul Pengadaan Barang dan Jasa Program Sekolah Rakyat Dialihkan ke Lembaga Lain
“Pada saat posisi debat berjalan, nah itu bagian dari catatan kita semua. Kan (itu) tidak memprovokasi,” kata August di KPU Pusat, Jakarta Pusat, Kamis (14/12/2023).
Namun ia menegaskan hal seperti ini tetap akan menjadi bahan evaluasi untuk penyelenggaraan yang lebih baik lagi pada debat selanjutnya.
Baca Juga : Kahiyang Ayu Bikin Pangling, Pakai Hijab Temani Bobby Nasution Safari Politik
“Yang jelas ini menjadi catatan buat evaluasi kita semua. Semua tim paslon, KPU-nya juga sama, kalau untuk waktu sudah sepakat semua,” tambahnya.
Baca Juga : Video Gemoy Kahiyang Ayu dan Bobby Nasution Viral, Menantu Jokowi Tegas: Saya Bukan PNS
Adapun format selanjutnya, jelas dia, tidak akan mengalami perubahan, termasuk dari skema, pembukaan debat dan lain sebagainya.
“Jadi format tidak mengalami perubahan, skema juga seperti itu. Misalnya dimulai dari pembukaan, kemudian masuk segmen pertama dan kedua,” terangnya.
Baca Juga : Urgensi Kepastian Waktu, KPU Ingatkan Dampak Revisi UU Pemilu terhadap Tahapan 2029
Diketahui, Prabowo menjulurkan lidah dan berjoget ketika membalas pernyataan Anies Baswedan ketika membahas mengenai rendahnya kepercayaan publik terhadap partai politik sebagai pilar penting demokrasi.
Baca Juga : Sekjen dan 5 Komisioner KPU Disanksi Peringatan Keras terkait Private Jet
Anies ketika itu menyayangkan proses demokrasi yang ada di Indonesia saat ini, menanggapi hal itu Ketua Umum Partai Gerindra ini merasa heran dan Anies dianggapnya berlebihan.
“Mas Anies mengeluh tentang demokrasi, ini dan itu, Mas Anies dipilih menjadi Gubernur DKI menghadapi pemerintah yang berkuasa, saya yang mengusung bapak. Jika demokrasi tak berjalan, maka bapak tidak akan menjadi Gubernur DKI Jakarta,” tegas Prabowo sambil berjoget gemoy.
Kemudian Prabowo mengatakan jika Jokowi diktator, Anies tidak akan mungkin menjadi Gubernur dan saat itu posisi Prabowo dan Anies sama-sama oposisi.
“Kalau Jokowi diktator, Anda tidak mungkin jadi Gubernur! Saya waktu itu oposisi Mas Anies, Anda ke rumah saya. Kita oposisi, Anda terpilih,” terang Prabowo sambil berjoget gemoy dan menjulurkan lidahnya.
(mr6/nusantaraterkini.co)
