Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Prabowo Reshuffle Kabinet, Pengamat: Ini yang Ditunggu Publik!

Editor :  Rozie Winata
Reporter :  Luki Setiawan
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Presiden Prabowo Melakukan Reshuffle Kabinet di Istana Negara. (Foto: dok msn)

Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Presiden Prabowo akhirnya secara tegas dan berani melakukan reshuffle kepada para pembantunya di kabinet merah putih yang tidak sejalan dengannya.

Terbaru, Prabowo mendepak Satryo Soemantri Brodjonegoro dari kursi Mendikti Saintek dan mengganti dengan Brian Yuliarto.

Pengamat Politik UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Adi Prayitno mengatakan, reshuffle kabinet yang dilakukan Presiden Prabowo Subianto sudah tepat.

Jika ada menteri atau kepala lembaga yang tidak bisa kerja tancap gas mengikuti ritme kerja Presiden Prabowo Subianto, lanjutnya, maka pejabat tersebut harus dipecat.

"Sudah pas perombakan (reshuffle kabinet) itu. Inilah yang ditunggu-tunggu publik, karena kabinet kan sudah 4 bulan," katanya, Kamis (20/2/2025).

Baca Juga: Prabowo Ganti Menteri Satryo Soemantri, Syahganda Nainggolan: Keputusan Presiden Tepat Waktu

Dia menilai, ke depannya jika ada menteri yang tidak mampu bekerja maksimal memberikan dampak positif ke masyarakat lagi, maka disarankan untuk segera dicopot dari jabatan

"Karenanya kalau ada pembantu presiden yang tak perform, kinerjanya amburadul, kontroversial kebijakannya harus diganti," katanya.

Dia juga mengatakan bahwa perombakan menteri kali ini merupakan pengingat para pejabat agar tidak main-main saat bekerja untuk rakyat.

"Reshuffle ini jadi momen penting di masa mendatang menteri-menteri yang lain tak beres kerjanya harus diganti," ujarnya.

Tertibkan Pembantunya

Sementara itu, Wakil Ketua Umum PKB Jazilul Fawaid menilai reshuffle Kabinet Merah Putih yang pertama kali dilakukan Presiden Prabowo sebagai upaya menertibkan jajaran pembantunya.

Jazilul mengatakan reshuffle tersebut juga sebagai upaya Prabowo menepati perkataannya yang akan mencopot pembantunya yang tidak tegak lurus.

"Artinya apa yang disampaikan Pak Prabowo ke publik, penertiban menteri ya sudah dibuktikan, publik tahu," kata Jazilul.

Baca Juga: Respons Anggota Komisi X DPR soal Isu Satryo Brodjonegoro Bakal Direshuffle dari Menteri

Lebih lanjut, Jazilul menilai melalui reshuffle kabinet ini Prabowo ingin memberikan pesan kepada para anak buahnya agar bekerja dengan serius.

Terlebih, kata dia, Prabowo telah mengingatkan jajaran Kabinet Merah Putih agar bekerja secara maksimal tanpa kompromi.

"Dan saya pikir ini juga respon atau pesan kepada kabinet atau menteri-menteri yang lain untuk bekerja secara serius di dalam bidang dan tugasnya," jelas Ketua Fraksi PKB DPR ini.

Harus Cepat Adaptasi

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Gerindra, Ahmad Muzani mengingatkan agar menteri dan para pejabat yang baru segera beradaptasi usai dilantik.

Muzani menilai tak ada waktu lagi bagi mereka untuk melakukan penyesuaian atau transisi. Dia berharap para pejabat tersebut segera melakukan kebijakan yang dianggap perlu.

"Terhadap menteri yang baru kami harapkan segera menyesuaikan diri karena tidak ada lagi waktu untuk transisi dan penyesuaian-penyesuaian," kata Muzani di kompleks parlemen, Rabu (19/2/2024).

"Tapi secepatnya untuk melakukan kebijakan-kebijakan dan tindakan-tindakan yang dianggap perlu sehingga penyelenggaraan pendidikan tinggi kita bisa lebih baik lagi," imbuhnya.

Baca Juga: Prabowo Dikabarkan Reshuffle Mendikti Saintek

Muzani menjelaskan bahwa pergantian pejabat eksekutif sepenuhnya merupakan hak prerogatif Presiden Prabowo Subianto. Dia mengaku tak tahu menahu alasan Presiden melakukan pergantian sejumlah pejabat baru hari ini, termasuk dengan mengganti Mendiktisaintek Satryo Brodjonegoro.

Namun, Muzani meyakini keputusan Presiden dilakukan sebagai upaya untuk meningkatkan dan memperbaiki kinerja pemerintah.

Diberitakan sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Brian Yuliarto sebagai Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Dikti Saintek). Brian menggantikan Satryo Soemantri Brodjenegoro.

Selain itu, Prabowo juga melantik pejabat di lembaga tinggi negara, yaitu Amalia Adininggar Widyasanti sebagai Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) , Muhammad Yusuf Ateh sebagai Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), serta Letjen TNI (Purn) Nugroho Sulistyo Budi sebagai Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).

(cw1/nusantaraterkini.co)