Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Prabowo Soroti Banjir dan Longsor di Sumatera, Sentil Pembabatan Hutan Jadi Pemicu

Editor :  hendra
Reporter :  Hendra Mulya
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Dua eksavator tengah membersihkan material longsor di Desa Pagaran Pisang, Kecamatan Adiankoting, Kabupaten Tapanuli Utara, Jumat (28/11/2025). (Foto: M Fadli Taradifa/Nusantaraterkini.co)

nusantaraterkini.co, JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto menyampaikan duka mendalam atas bencana banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Pulau Sumatera. Tiga provinsi yang terdampak paling parah yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Dalam sambutannya pada puncak peringatan Hari Guru Nasional 2025 di Indonesia Arena, Jakarta Pusat, Jumat (28/11/2025), Prabowo menilai bencana hidrometeorologi tersebut tidak terlepas dari dampak pemanasan global dan kerusakan lingkungan.

“Dunia sedang menghadapi tantangan iklim, pemanasan global, dan kerusakan lingkungan. Ini adalah tantangan besar yang harus kita hadapi bersama,” ujarnya.

Baca Juga : Apresiasi Prabowo di Filipina, GREAT Institute: ASEAN Lahir dari Rahim Solidaritas Kawasan

Prabowo menekankan pentingnya peran pendidik dalam membangun kesadaran lingkungan. Ia mendorong para guru untuk memperkaya materi pembelajaran terkait perlindungan alam sejak dini.

“Saya yakin para guru sudah memulai, tetapi perlu kita perkuat lagi dalam silabus. Kesadaran menjaga alam harus ditanamkan kepada anak-anak kita,” tambahnya.

Dalam kesempatan yang sama, Prabowo juga menyoroti maraknya pembabatan pohon dan perusakan hutan yang berkontribusi pada tingginya risiko banjir di berbagai daerah.

Baca Juga : Cegah Korupsi, Gus Ipul Usul Pengadaan Barang dan Jasa Program Sekolah Rakyat Dialihkan ke Lembaga Lain

“Jaga hutan-hutan kita. Kita harus benar-benar mencegah pembabatan pohon dan kerusakan hutan. Sungai pun harus dijaga agar tetap bersih sehingga mampu menampung debit air yang datang secara tiba-tiba,” tegasnya.

Prabowo menutup sambutannya dengan menegaskan bahwa kualitas pendidikan menjadi fondasi utama dalam membangun bangsa.

“Bangkit atau tidaknya sebuah bangsa ditentukan oleh kualitas pendidikannya. Ini adalah kerja bersama, mulai dari rumah hingga seluruh elemen masyarakat,” pungkasnya.

Baca Juga : Prabowo Wujudkan Tradisi Meugang di Aceh, Kucurkan Rp72,75 Miliar untuk Warga Terdampak Banjir

(Dra/nusantaraterkini.co).