Nusantaraterkini.co, LONDON-Gema bulan suci Ramadan diprediksi akan mulai terasa secara serentak di belahan bumi utara dan selatan pada pertengahan pekan ini. Berdasarkan perhitungan astronomis yang dirilis oleh institusi keislaman di Inggris dan Afrika Selatan, tanggal 18 Februari 2026 diyakini menjadi hari pertama pelaksanaan ibadah puasa tahun ini.
Ketetapan ini muncul setelah data menunjukkan bahwa fase bulan Sya’ban kemungkinan besar akan berakhir pada Selasa esok, sehingga momen berbuka pertama bagi jutaan umat Muslim di kedua wilayah tersebut tinggal menghitung hari.
Baca Juga : 20 Tahun Koma, Pangeran Tidur Arab Saudi Alwaleed Bin Khaled Wafat
Islamic Relief South Africa mengungkapkan bahwa meski populasi Muslim di sana tergolong minoritas, antusiasme menyambut bulan suci tetap mendominasi ruang publik. Komunitas keturunan India dan Cape Malay di Afrika Selatan telah bersiap menghidupkan tradisi kuliner khas seperti samosa dan koeksisters yang menjadi pemandangan wajib saat waktu berbuka tiba.
Baca Juga : Usai Bertemu Raja Charles III, Prabowo Temui PM Inggris Keir Starmer di Downing Street
Di kawasan bersejarah Bo-Kaap, tradisi jamuan komunal yang dikenal dengan sebutan "Boeka" dipastikan akan kembali mempererat solidaritas antarwarga melalui kegiatan berbagi hidangan iftar di masjid-masjid setempat.
"Ramadan di Afrika Selatan diproyeksikan jatuh pada Rabu, 18 Februari, di mana berdasarkan perhitungan astronomi, Selasa, 17 Februari, menjadi hari terakhir bulan Sya’ban," demikian petikan laporan yang dikutip dari Morocco News mengenai estimasi waktu ibadah tersebut, seperti dilansir RMOL.
Kondisi serupa terlihat di Britania Raya, di mana kota-kota besar seperti London hingga Manchester mulai menyesuaikan ritme keseharian mereka. Sektor ritel dan institusi pendidikan di Inggris dikabarkan telah menyiapkan skema khusus untuk mendukung kelancaran ibadah warganya, mengingat visibilitas hilal di wilayah tersebut diprediksi cukup jernih. Kendati data saintifik telah memberikan gambaran kuat, otoritas keagamaan setempat tetap menekankan pentingnya konfirmasi akhir melalui pengamatan bulan sabit secara langsung di lapangan pada Selasa malam.
"Data astronomi menunjukkan peluang visibilitas bulan cukup baik di sejumlah wilayah Inggris, sehingga 18 Februari dinilai sebagai tanggal paling memungkinkan," tulis laporan tersebut mengenai kepastian awal bulan suci bagi komunitas Muslim di Inggris.
(Emn/Nusantaraterkini.co)
