Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Prediksi Kontroversial Elon Musk: Masa Depan Pekerjaan Hanya Hobi dalam 20 Tahun Berkat AI dan Robotika

Reporter :  Redaksi
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Elon Musk bersama sejumlah petinggi perusahaan teknologi saat pertemuan Putra Mahkota Arab Saudi MBS dan Presiden AS Donald Trump di Gedung Putih (Foto: akun X @WhiteHouse)

Nusantaraterkini.co,JAKARTA – Miliarder teknologi dan CEO Tesla, Elon Musk, kembali melontarkan prediksi yang memicu perdebatan. Ia memperkirakan bahwa kemajuan revolusioner dalam bidang Kecerdasan Buatan (AI) dan Robotika akan mengubah lanskap dunia kerja secara drastis, membuat pekerjaan manusia tidak lagi menjadi kewajiban dalam kurun waktu 10 hingga 20 tahun mendatang.

Berbicara dalam forum investasi AS-Saudi pada Kamis lalu, Musk menyatakan bahwa perkembangan AI akan memungkinkan hampir semua jenis pekerjaan dilakukan secara otomatis oleh robot. Konsekuensinya, manusia akan bekerja berdasarkan pilihan, bukan tuntutan ekonomi.

“Prediksi saya, pekerjaan akan bersifat opsional,” ungkap Musk, seperti dilansir RMOL, Sabtu (22/11/2025).

Ia menganalogikan pekerjaan di masa depan setara dengan hobi. Aktivitas seperti berkebun di halaman rumah, berolahraga, atau bermain video game akan menjadi motif utama seseorang bekerja, yaitu hanya untuk kesenangan. Bahkan, menurut Musk, seiring dengan kemajuan AI dan robot, konsep uang itu sendiri berpotensi kehilangan maknanya.

“Saya pikir pada suatu titik, mata uang akan menjadi tidak relevan,” tambahnya.

Optimisme Musk ini sebagian besar didasari oleh proyek andalannya di Tesla, robot humanoid bernama Optimus. Robot ini dirancang khusus untuk mengambil alih tugas-tugas fisik yang repetitif, membosankan, atau berbahaya—mulai dari lingkungan pabrik, gudang, hingga rumah tangga.

Musk meyakini bahwa industri robot humanoid akan menjadi sektor terbesar di masa depan, bahkan “lebih besar dari ponsel.”

Namun, prediksi futuristik Musk ini tidak luput dari keraguan para ahli. Banyak pihak menilai target 10 hingga 20 tahun terlalu ambisius dan cepat.

Keraguan ini diperkuat oleh sejumlah target Musk sebelumnya yang belum terwujud, seperti janji taksi otonom pada 2019 atau misi berawak ke Mars yang dijadwalkan 2024. Para insinyur Robotika juga menekankan bahwa menciptakan robot humanoid yang serbaguna, aman, dan dapat diandalkan masih menghadapi tantangan teknis yang sangat sulit dan mahal.

​Pernyataan Musk ini muncul di tengah kekhawatiran yang meluas secara global mengenai masa depan pekerjaan. Dalam beberapa tahun terakhir, tren otomatisasi yang didorong oleh AI telah memicu gelombang pengurangan karyawan di banyak perusahaan besar, meningkatkan kekhawatiran tentang disrupsi massal di pasar tenaga kerja.

(*/Nusantaraterkini.co)