Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Presiden Prabowo Hibahkan Lahan Strategis Bundaran HI untuk Gedung MUI

Reporter :  Redaksi
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
, Presiden Prabowo Subianto secara resmi mengumumkan penyediaan lahan seluas 4.000 meter persegi di lokasi paling prestisius tersebut untuk pembangunan gedung terpadu lembaga umat Islam, Sabtu (7/2/2026).(foto:rmol)

Nusantaraterkini.coJAKARTA-Wajah kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI) Jakarta akan segera memiliki ikon baru yang melambangkan religiusitas bangsa. Dalam momen Pengukuhan Pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Periode 2025–2030 di Masjid Istiqlal, Sabtu (7/2/2026), Presiden Prabowo Subianto secara resmi mengumumkan penyediaan lahan seluas 4.000 meter persegi di lokasi paling prestisius tersebut untuk pembangunan gedung terpadu lembaga umat Islam.

​Langkah berani ini diambil Presiden sebagai jawaban atas aspirasi Menteri Agama, Prof Dr Nasaruddin Umar, yang menyoroti kondisi kantor MUI saat ini yang dinilai kurang representatif bagi organisasi ulama sebesar Indonesia. Presiden Prabowo memandang bahwa representasi umat Islam harus hadir secara fisik di pusat nadi ekonomi dan pemerintahan kota. 

Baca Juga : May Day 2026 Buruh Sampaikan 11 Tuntutan, Presiden Janji Perlindungan Lebih Kuat

"Jangan hanya ada hotel mewah dan mal. Di Bundaran HI nanti ada gedung untuk lembaga-lembaga umat Islam," tegas Presiden dalam sambutannya, seperti dilansir RMOL.

Baca Juga : Presiden Prabowo Sampaikan Belasungkawa dan Instruksikan Evaluasi Perlintasan Kereta usai Kecelakaan

​Gedung yang direncanakan menjadi pencakar langit ini tidak hanya akan menjadi markas besar bagi MUI. Presiden memproyeksikan bangunan tersebut sebagai pusat integrasi berbagai lembaga keumatan, termasuk Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) serta kantor bagi organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam yang membutuhkan ruang kerja di pusat kota. Secara teknis, Presiden menyerahkan detail pembangunan kepada Menteri Agama, dengan estimasi ketinggian mencapai 40 lantai.

​Bagi Presiden Prabowo, kehadiran gedung lembaga Islam di jantung Ibu Kota bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan sebuah simbol kehadiran dan martabat umat di tengah dinamika modernitas. Lokasinya yang tepat di hadapan Bundaran HI diharapkan menjadi pengingat akan persatuan antara ulama dan umara (pemimpin pemerintah) dalam menjaga kemakmuran bangsa. 

Baca Juga : FKUB dan Majelis Agama Dukung Surat Edaran Wali Kota, Tegaskan Bukan Larangan Melainkan Penataan

"Kita akan bangun gedung ini agar jelas keberadaan dan pusat koordinasi umat Islam kita," pungkasnya di hadapan para tokoh agama nasional.

Baca Juga : Polemik Soal Penjualan Daging Non-Halal, Pemko : Bukan Larangan, Tapi Penataan

(Emn/Nusantaraterkini.co)