Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Presiden Targetkan Warga Terdampak Bencana di Sumatera Tempati Huntara Sebelum Ramadan

Editor :  hendra
Reporter :  Hendra Mulya
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari dalam Konferensi Pers di Graha BNPB, Jakarta Timur, Senin (22/12/2025). Foto: Amira Nada/kumparan

Nusantaraterkini.co, JAKARTA – Pemerintah menargetkan warga terdampak bencana banjir dan longsor di sejumlah wilayah Sumatera dapat menempati hunian sementara (huntara) sebelum memasuki bulan Ramadan. Target tersebut merupakan arahan langsung Presiden Prabowo Subianto untuk mempercepat pemulihan pascabencana.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengatakan Presiden berharap masyarakat terdampak di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat segera pindah dari lokasi pengungsian ke huntara yang lebih layak.

“Bapak Presiden menyampaikan harapan agar menjelang Ramadan warga terdampak sudah bisa menempati huntara, seiring dengan pembersihan lahan yang dilakukan secara masif,” ujar Abdul dalam konferensi pers di Graha BNPB, Jakarta Timur, Senin (22/12).

Baca Juga : Prabowo Wujudkan Tradisi Meugang di Aceh, Kucurkan Rp72,75 Miliar untuk Warga Terdampak Banjir

Abdul menjelaskan, memasuki fase akhir masa tanggap darurat, pemerintah kini fokus mengejar percepatan pembangunan huntara. Bahkan, di beberapa daerah, proses pembangunan hunian tetap juga mulai disiapkan.

“Sesuai arahan Presiden, di fase akhir tanggap darurat ini pemerintah mempercepat pembangunan hunian sementara dan di beberapa lokasi langsung diarahkan ke hunian tetap,” jelasnya.

Ia menegaskan, penentuan lokasi huntara dan hunian tetap dilakukan secara hati-hati dengan mempertimbangkan dua aspek utama, yakni status lahan yang jelas (clean and clear) serta lokasi yang berada di luar zona rawan bencana. Langkah ini dilakukan untuk meminimalkan risiko terjadinya bencana berulang.

Baca Juga : Anggota DPR RI Dukung Kayu Terbawa Banjir Sumatera Dimanfaatkan

“Bencana adalah peristiwa yang berulang. Karena itu, lokasi hunian harus dipastikan aman dan tidak berada di kawasan rawan bencana di masa depan,” kata Abdul.

BNPB mencatat, proses penyediaan lahan huntara di wilayah terdampak terus menunjukkan perkembangan. Di Aceh, lima kabupaten/kota telah memasuki tahap identifikasi lokasi, pematangan lahan, hingga penyelesaian dokumen dan status lahan.

Sementara di Sumatera Utara, terdapat tiga kabupaten/kota yang telah berprogres, dengan dua di antaranya sudah memulai groundbreaking. Adapun di Sumatera Barat, enam kabupaten/kota telah menyelesaikan proses pematangan lahan.

Baca Juga : 11 Jembatan Bailey di Aceh Rampung Total, 15 Titik Lain Dikebut TNI

Meski demikian, Abdul mengakui bahwa sejumlah wilayah di Aceh, seperti Aceh Tamiang, Bener Meriah, Aceh Tengah, Gayo Lues, Aceh Utara, dan Aceh Timur, masih menghadapi tantangan pemulihan akses jalan, komunikasi, dan energi. Namun, pemerintah tetap mendorong percepatan transisi dari tanggap darurat menuju pemulihan awal (early recovery).

“Kami terus mendampingi dan mempercepat proses transisi menuju early recovery, termasuk identifikasi dan pengecekan lahan secara bersama,” tegasnya.

BNPB berharap, hingga akhir Desember, seluruh kabupaten dan kota terdampak sudah dapat memulai tahapan early recovery secara menyeluruh.

Baca Juga : Ribuan Sekolah di Aceh Rusak Akibat Bencana, Pembersihan Ditarget Rampung Akhir Januari

(Dra/nusantaraterkini.co)