Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

PROJO Sumut Desak Gubernur Reposisi SKPD dan Bersihkan BUMD Bermasalah

Editor :  Rozie Winata
Reporter :  Sofyan Akbar
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Sekretaris DPD PROJO Sumut, M Hadika Wahyu

Nusantaraterkini.co, MEDAN - DPD PROJO Sumatera Utara (Sumut) mendukung penuh Gubernur Sumut Bobby Nasution untuk melakukan langkah tegas berupa reposisi struktural terhadap jajaran SKPD dan penataan menyeluruh terhadap perusahaan daerah (BUMD) yang dinilai masih menjadi sumber kerugian akibat salah kelola dan penyalahgunaan wewenang.

Sekretaris DPD PROJO Sumut, M Hadika Wahyu menegaskan, kunci keberhasilan program pembangunan daerah terletak pada keseriusan dalam membersihkan birokrasi dari kepentingan sempit dan ketidakmampuan dalam menjalankan tugas.

"Kami menilai sudah cukup waktu bagi SKPD untuk berbenah. Jika ada pejabat yang tidak bisa menjalankan visi dan misi Gubernur dengan sungguh-sungguh, serta terus menimbulkan masalah, maka lebih baik mundur secara terhormat,” ujar Hadika dengan tegas.

Baca Juga: Gubernur Sumut Bobby Nasution dan Wali Kota Medan Rico Waas Salat Idul Fitri di Lapangan Merdeka Medan

Menanggapi kondisi BUMD di Sumut, Bendahara DPD PROJO Sumut, Dicky Zulkarnain, turut menyuarakan keprihatinannya.

“Masih banyak BUMD yang bermasalah dan terus merugi. Ini bukan semata karena faktor eksternal, tapi akibat salah manajemen dan penyalahgunaan wewenang. Sudah saatnya Gubernur mengevaluasi dan merombak total manajemen BUMD agar tidak menjadi beban daerah,” jelasnya.

DPD PROJO Sumut menilai bahwa selama ini banyak BUMD tidak memiliki arah bisnis yang jelas, tidak transparan, dan minim pengawasan. Hal ini bertentangan dengan semangat efisiensi dan profesionalisme pengelolaan keuangan negara.

Baca Juga: Gubernur Sumut Bobby Nasution Segera Lunasi Hutang DBH Rp2,2 Triliun ke Kabupaten/Kota

DPD PROJO Sumut menyatakan dukungan penuh kepada Gubernur untuk melakukan pembersihan internal, baik di SKPD maupun di tubuh BUMD, demi menciptakan pemerintahan daerah yang kredibel, akuntabel, dan berorientasi pada kesejahteraan rakyat.

“Jika Gubernur ingin meninggalkan warisan kepemimpinan yang kuat, ini saatnya bertindak. Kami siap mengawal,” tandasnya.

(Akb/Nusantaraterkini.co)