Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Projo Tuding PDIP Mainkan Politik Belah Bambu: Ingin Pisahkan Jokowi dan Prabowo

Reporter :  Redaksi
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Presiden Joko Widodo dan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto menjajal mobil kendaraan taktis buatan dalam negeri yang diberi nama 'Maung' oleh Jokowi seusai pembukaan Rapat Pimpinan Kementerian Pertahanan (Kemenhan) di kantor Kemenhan, Jakarta, Rabu (18/1/2023).(Dokumentasi/Sekretariat Presiden)

Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Bendahara Umum (Bendum) Relawan Pro Jokowi (Projo) Panel Barus menuding PDIP ingin memisahkan Presiden Joko Widodo dan presiden terpilih Prabowo Subianto. Menurutnya, PDI-P tengah berupaya memecah belah kedua figur tersebut.

“Kalau dalam bahasa saya dalam Rakernas V kemarin kan, PDIP memainkan taktik belah bambu, begitu. Kita menduga ada upaya untuk memisahkan Pak Jokowi dengan Pak Prabowo," ungkap Panel di Kantor DPP Projo, Pancoran, Jakarta, Jumat (31/5/2024) dikutip dari Kompas.com.

Ia menyebutkan, upaya itu nampak dari pidato pembukaan dalam Rekernas V PDIP di Beach City International Stadium, Ancol, Jakarta Utara, Jumat (24/5/2024). 

Baca Juga : Judi Online Jadi Pemicu Budi Arie Ditolak Gerindra dan PSI  

Pidato itu disampaikan oleh Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. 

Bagi Panel, pidato pembukaan itu banyak menyampaikan statement politik yang berisi serangan pada Jokowi. 

“Kita perhatikan secara spesifik, serangan hanya ditujukan kepada Pak Jokowi,” ucap dia.

Baca Juga : Ini Respon Menantu Jokowi Terkait Penolakan Gerindera Sumut kepada Ketua Umum Projo Budi Arif 

Tak hanya itu, Panel juga menyinggung pernyataan Megawati yang menuding terjadi kecurangan terstruktur, masif, sistematis (TSM) pada Pemilu 2024. 

Menurutnya, pernyataan itu sama dengan mengatakan kemenangan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka tak punya legitimasi.

“Sejak awal ada upayanya untuk mendegradasi atau melegitimasi pemerintahan presiden terpilih Prabowo-Gibran,” sebutnya.

“Sejak awal, dengan nyanyian, dengan tuduhan kecurangan TSM,” imbuh dia.

PDIP Membantah

Sekretaris Jenderal DPP PDIP Hasto Krisitiyanto mengatakan, tudingan yang dilontarkan Bendahara Umum Projo, Panel Barus itu sama sekali tidak benar.

Hasto justru berbalik menuding Panel bahwa ia tidak memahami situasi partai politik, sehingga menuduh PDI-P ingin memisahkan Jokowi dan Prabowo.

"Ya Projo kan bukan partai, jadi kami enggak pernah menerapkan hal-hal tersebut," kata Hasto ditemui di Taman Perenungan Bung Karno, Ende, NTT, Sabtu (1/6/2024) melansir Kompas.com.

Diketahui Megawati mengatakan perjuangan PDIP tak mudah karena terjadi anomali dalam konstelasi politik dan pemilu di Tanah Air. Baginya, hal itu akibat adanya kecurangan dalam pesta demokrasi. 

"Itu begitu akibat apa? Kecurangan, secara terstruktur sistematis dan masif, yang disebut TSM," kata Megawati.

(fer/nusantaraterkini.co)