Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

PSI Usulkan Jokowi Jadi Pimpinan Parpol Koalisi, Pengamat: Tunggu Hasil Pemilu

Editor :  Rozie Winata
Reporter :  Luki Setiawan
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Pengamat Politik Idil Akbar (Foto: istimewa)

PSI Usulkan Jokowi Jadi Pimpinan Parpol Koalisi, Pengamat: Tunggu Hasil Pemilu

Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Pasca lengser sebagai presiden kelak, Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mengusulkan agar Jokowi diberikan jabatan sebagai Pimpinan parpol koalisi Prabowo Gibran di Pemerintahan mendatang.

Baca Juga : Pengamat: Jokowi Tak Sekadar Bangun Optimisme, PSI Disiapkan Jadi Kendaraan Politik 2029

Menanggapi hal itu, Pengamat Politik Universitas Padjajaran (Unpad) Idil Akbar meminta agar PSI jangan terburu-buru, pasalnya tahapan Pemilu 2024 belum sepenuhnya selesai dan menunggu sampai ada keputusan resmi KPU pada 20 Maret mendatang.

Baca Juga : Jelang Gelar Perkara Ijazah Jokowi, Kubu Roy Suryo Desak Polda Metro Buka-bukaan Barang Bukti

"Saya rasa sah-sah saja usulan tersebut (Jokowi jadi pimpinan parpol). Namun, ini kan masih terlalu awal Pemilu 2024 saja belum selesai tunggu saja sampai akhir (20 Maret)," katanya kepada nusantaraterkini.co, Senin (11/3/2024).

Idil membayangkan jika usulan PSI itu hampir sama apa yang pernah dilakukan oleh zaman Pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Di mana parpol pendukung SBY dikumpulkan dalam barisan Sekretariat Bersama (Sekber).

Baca Juga : MK Tolak Gugatan UU MD3, Pengamat: Terlalu Dipaksakan

Namun menjadi beda kalau Sekber era SBY dipimpin oleh salah satu dari parpol tersebut dan bukan diluar parpol koaliisi seperti diusulkan PSI untuk Jokowi memimpin.

Baca Juga : PAN Dukung Putusan MK Tolak Gugatan Masa Jabatan Ketum Parpol

"Dulu kalau ingat zaman SBY kan ada Sekber. Nah PSI pastinya bakal mencontek itu semua seperti era tersebut," ujarnya.

Lebih lanjut, PSI menurut Idil juga harus memperhatikan PDIP dimana Jokowi sampai saat ini masih aktif sebagai kader PDIP, meskipun dalam Pilpres kemarin Jokowi tidak mendukung paslon diusung PDIP.

Baca Juga : Baleg DPR Dukung RUU Penanggulangan Disinformasi demi Kedaulatan Negara

"Itu artinya, Jokowi masih aktif sebagai kader PDIP dan PSI harusnya respect akan hal itu. Serta jangan melukai parpol lain kalau hanya untuk mengusung Jokowi sebagai pimpinan parpol koalisi," tegasnya.

Baca Juga : Turnamen PPP Cup Cari Bibit Atlet Bulu Tangkis dan Asah Kemampuan Anak Muda

Sebelumnya diberitakan, Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Natalie menyatakan, Presiden Joko Widodo semestinya menjadi sosok yang berada di atas semua partai politik.

Grace mengungkapkan, ada usul dari Ketua Dewan Pembina PSI Jeffrie Geovannie agar Jokowi dapat memimpin koalisi partai politik yang punya kesamaan visi menuju Indonesia emas.

"Saya pikir ide bagus juga, Pak Jokowi mungkin bisa jadi ketua dari koalisi partai-partai, semacam barisan nasional, partai-partai mau melanjutkan atau punya visi yang sama menuju Indonesia emas," kata Grace, Minggu (10/3/2024).

Grace berpandangan, Jokowi dapat menjadi sosok yang mempersatukan atau menjembatani kepentingan partai-partai politik. Ia menilai, tidak mudah mencari seseorang yang bisa menjembatani semua partai politik dan perkataannya dapat mempersatukan partai-partai tersebut.

"Enggak banyak sih saya pikir yang dengan orang rela ya untuk menerima dan hari ini saya pikir Pak Jokowi satu-satunya orang," kata Grace.

Namun demikian, Grace mengaku belum ada pembicaraan lebih lanjut terkait usulan tersebut, termasuk peran apa yang akan diberikan kepada Jokowi kelak.

"Itu kan masih usulan ya, detailnya kita belum tahu juga, kan perlu dibicarakan juga, ini kan banyak partai, banyak kepentingan, banyak kepala, jadi akan seperti apa dinamikanya belum tahu," ujar dia.

(cw1/nusantaraterkini.co)