Nusantaraterkini.co, PALEMBANG - Pengelola ruas Tol Kayuagung–Palembang, PT Waskita Sriwijaya Tol (WST) memprakirakan, puncak arus balik Lebaran 2026 akan terbagi dalam dua gelombang besar, yakni pada Selasa (24/3/2026) dan Minggu (29/3/2026) dengan volume kendaraan diprediksi menyentuh angka 21.000 unit per hari.
"Puncak arus balik tahun ini kami perkirakan terjadi dua kali, yakni pada 24 Maret dan 29 Maret 2026. Berdasarkan data hingga Minggu (22/3/2026), volume lalu lintas sudah mulai menunjukkan peningkatan signifikan mencapai 18.300 kendaraan," ujar Deputi Area Manajer Transaksi Tol Kayuagung–Palembang, Sumarno saat diwawancarai via telepon, Senin (23/3/2026).
Baca Juga : Volume Kendaraan Arus Balik di Tol Sumsel Tembus 54 Ribu Unit dalam Sehari
Lonjakan tersebut meningkat tajam jika dibandingkan data hari Sabtu yang hanya tercatat 10.700 kendaraan.
Baca Juga : Arus Balik Lebaran 2026: Trafik Tol Trans Sumatera Melonjak 132%, Ruas Sigli-Banda Aceh Tertinggi
Ia mengatakan jika untuk puncak arus balik nanti, jumlah kendaraan diprediksi akan relatif stabil dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
"Pada puncak arus balik, jumlah kendaraan diprediksi menyentuh 21.000 unit atau relatif stabil dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya," katanya.
Baca Juga : Tembus 18.500 Kendaraan, Puncak Arus Mudik Tol Kayuagung–Palembang Bergeser Lebih Awal
Guna mengantisipasi antrean panjang, pengelola tol menambah kapasitas di Gerbang Tol Keramasan dari empat menjadi enam gardu, serta menyiagakan delapan unit mobile reader.
Baca Juga : Antisipasi Puncak Arus Mudik 18 Maret, Pengelola Tol Kayuagung–Palembang Tambah Enam Gardu Satelit
“Langkah ini didukung dengan penambahan petugas siaga untuk melakukan sistem jemput transaksi atau tapping manual di lapangan. Bagi kendaraan Golongan I, gerbang tol fungsional Barrier Gate Keramasan Utama juga akan dioperasikan mulai pukul 07.00 hingga 17.00 WIB untuk membantu mengurai kepadatan,” jelasnya.
Selain itu, pemberian diskon tarif tol sebesar 20 persen pada 26–27 Maret dan 10 persen pada 28 Maret diberlakukan guna mendistribusikan arus kendaraan agar tidak menumpuk di hari puncak.
Ia juga memastikan kondisi jalan dalam keadaan mantap setelah proses rekonstruksi di sejumlah titik krusial telah diselesaikan sepenuhnya sebelum masa mudik dimulai.
"Selama periode arus mudik dan balik, lalu lintas diarahkan melalui jalur yang telah mantap dan bebas dari lubang," imbuhnya.
Ia mengimbau pengendara untuk tetap menjaga fokus, mematuhi batas kecepatan maksimal 80 km/jam, serta tidak memaksakan diri jika kondisi fisik sudah menurun di tengah perjalanan panjang.
"Jika pengendara yang merasa lelah disarankan beristirahat di rest area yang tersedia, salah satunya di KM 360, serta tetap mematuhi rambu lalu lintas demi kelancaran dan keselamatan perjalanan," tutupnya.
(Tia/Nusantaraterkini.co)
