Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Ramadan 2026, 35.000 Warga Padangsidimpuan Terima MBG Tanpa Ompreng, Diganti Tote Bag Berisi Menu Takjil

Editor :  hendra
Reporter :  Rizal Oloan Nasution
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Koordinator BGN Kota Padangsidimpuan Dian Erlangga Putra Simanjuntak tinjau ke sekolah sebelum bulan suci Ramadan (Foto : Istimewa)

Nusantaraterkini.co, PADANGSIDIMPUAN – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap berjalan selama Ramadan 1447 Hijriah. Di Kota Padangsidimpuan, sebanyak 35.000 penerima manfaat akan mendapatkan bantuan tersebut mulai 23 Februari hingga 14 Maret 2026.

Koordinator Badan Gizi Nasional (BGN) Kota Padangsidimpuan, Dian Erlangga Putra Simanjuntak, menjelaskan bahwa penerima manfaat terdiri dari pelajar, balita, ibu hamil dan ibu menyusui (3B).

Ia menyebutkan, terdapat tiga mekanisme penyaluran MBG selama Ramadan. Pertama, paket makanan dikirim langsung ke sekolah dengan sistem rapel untuk tiga hari sekaligus. Kedua, penerima manfaat dapat mengambil langsung ke dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Ketiga, distribusi dilakukan dengan sistem pengantaran ke rumah menggunakan kendaraan operasional SPPG.

Baca Juga : Menu MBG Ramadan di Palembang Dibagikan dalam Kemasan untuk Buka Puasa

“Untuk kategori 3B, mekanisme tetap melalui SPPG karena menjadi tanggung jawab Dinas BKKBN. Kader yang sudah ditunjuk akan menjemput paket dari dapur dan mengantarkannya langsung ke rumah penerima,” jelas Dian, Rabu (18/2/2026).

Berbeda dari hari biasa, selama Ramadan distribusi tidak lagi menggunakan ompreng (wadah makan). Sebagai gantinya, paket MBG dikemas dalam tote bag berbentuk kotak.

Isi paket pun disesuaikan dengan kebutuhan berbuka puasa. Tidak ada makanan basah, melainkan menu kering seperti roti, telur, susu, serta buah-buahan yang dapat dikonsumsi saat berbuka atau sebagai takjil.

Distribusi dilakukan mulai pukul 10.00 hingga 12.00 WIB. Namun, beberapa sekolah juga meminta pembagian dilakukan pada sore hari sekitar pukul 15.00 WIB, sehingga siswa dapat langsung membawa pulang paket tersebut.

Dian berharap pemerintah daerah turut melakukan inspeksi mendadak (sidak) dan evaluasi rutin terhadap dapur SPPG guna memastikan kualitas dan standar gizi tetap terjaga.

“Evaluasi sangat penting agar pelaksanaan program ini benar-benar sesuai dengan harapan pemerintah dan berjalan melalui kolaborasi yang baik,” pungkasnya.

(Ron/nusantaraterkini.co).