Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Ramadan Diharapkan jadi Momentum untuk Bersatu Usai Pemilu

Editor :  Rozie Winata
Reporter :  Redaksi
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Menteri Agama (Menag) RI Yaqut Cholil Quomas. (Foto: Kemenag)

Ramadan Diharapkan jadi Momentum untuk Bersatu Usai Pemilu

Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Pemerintah telah menetapkan 1 Ramadan 1445 H jatuh pada Selasa (12/3/2024). Melalui ini, Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas berharap Ramadan kali ini dapat menjadi momentum bersatu pasca Pemilu.

Baca Juga : Usulan KPK Batasi Uang Tunai Saat Pemilu, Pakar: Jangan Sekadar Wacana

"Mari jadikan momentum Ramadan, bulan penuh rahmat ini untuk introspeksi diri, memperbanyak ibadah, dan kembali bergandengan tangan pasca kontestasi politik," ungkapnya usai menyampaikan hasil Sidang Isbat (Penetapan) 1 Ramadan 1445 H, di Jakarta, dikutip dari laman Kemenag, Minggu (10/3/2024).

Baca Juga : Pilkada Tak Langsung Dinilai Curi Kedaulatan Rakyat, Alarm Bahaya bagi Partai Penguasa

"Perjuangan politik telah usai, sekarang mari berjuang meraih fitri," sambungnya.

Selain itu, dia juga mengimbau masyarakat agar tidak mempertajam perbedaan yang terjadi. Termasuk di antaranya perbedaan menentukan awal Ramadan.

Baca Juga : Hari Pahlawan, PKB Serukan Persatuan Bangsa

"Jika ada perbedaan itu biasa saja, termasuk beda menentukan awal Ramadan. Mari saling menghormati, mari kita saling cari titik temu. Yang sama tidak dibedakan, yang beda tidak usah dipersamakan," terangnya.

Baca Juga : Pemilu Telah Usai, Mari Bersatu Kembali

Senada, Ketua Komisi VIII Ashabul Kahfi yang turut hadir dalam sidang isbat menyampaikan Ramadan adalah momentum penting untuk menjaga persatuan. Ini diawali dengan momentum sidang isbat.

"Sidang Isbat momen penting kita tentukan bersama awal Ramadan. Ini momen kita memperhatikan perbedaan dengan tetap menjaga persatuan," katanya.

Baca Juga : Idul Fitri Momentum Bersatu Kembali Usai Pemilu 2024

"Kami menghormati semua pandangan. Kami berharap Sidang Isbat mencapai kesepakatan harmonis dan memberi kepastian umat Islam memulai ibadah puasa," sambungnya.

(zie/nusantaraterkini.co)