Nusantaraterkini.co, MEDAN - Angka kecelakaan di Sumatera Utara (Sumut) terbilang tinggi. Polda Sumut mencatat, rata-rata perharinya 4 orang meninggal kecelakaan lalu lintas di Sumut.
"Rata-rata setiap hari di Sumatera Utara ini 4 orang meninggal dunia itu angka yang cukup tinggi," kata Kapolda Sumut Komjen Pol Agung Setya Imam Effendi usai pelaksanaan apel Operasi Patuh Toba 2024, Senin (15/7/2024).
Ia mengatakan angka ini menjadi puncak gunung es yang menggambarkan ketidaktertiban dalam berlalu lintas, traffic light diterobos, anak mengendarai kendaraan di tengah jalan yang sangat beresiko.
Baca Juga : Pantau Arus Mudik 2026, Kapolda Sumut Patroli Udara di Labuhanbatu & Labusel
Kemudian pengendara tidak pakai helm, kendaraan over dimensi over load berseliweran.
"Impactnya membuat lalu lintas kita menjadi tidak tertib. Ini menjadi hal yang harus dibenahi," tegas Kapolda.
Diketahui, Operasi Patuh Toba 2024 mulai digelar Senin (14/7/2024) hari hingga dua pekan ke depan Minggu (28/7/2024) di wilayah Sumatera Utara (Sumut).
Baca Juga : Viral Dugaan “Tangkap Lepas” Narkoba di Sergai, Publik Desak Evaluasi dan Copot Kasat Narkoba
Dalam pelaksanaan Operasi Patuh Toba 2024, Polda Sumut mengerahkan 1.407 personel kepolisian untuk menarget 10 jenis pelanggaran lalu lintas.
10 pelanggaran antara lain sepeda motor tidak menggunakan helm SNI, pengemudi atau pengendara ranmor yang melawan arus, pengemudi menggunakan ponsel saat berkendara, pengemudi atau pengendara ranmor dalam pengaruh atau mengonsumsi alkohol.
Pengemudi atau pengendara ranmor yang masih Di bawah umur, Pengendara sepeda motor yang berboncengan lebih dari 1 orang, Kendaraan bermotor yang menggunakan knalpot tidak sesuai spektek, Pengemudi atau pengendara ranmor yang terobos Traffic Light.
Pengemudi atau pengendara ranmor yang melanggar marka dan rambu lalu lintas, Kendaraan logistik yang mengangkut barang secara berlebihan/ Odol (Over Dimensi Dan Over Loading).
(cw5/nusantaraterkini.co)
