NUSANTARATERKINI.CO, JAKARTA - Sejumlah nama politisi kondang, menteri, hingga selebritas Tanah Air mencalonkan diri sebagai anggota legislatif (caleg) di daerah pemilihan (dapil) DKI Jakarta II.
Beberapa nama pesohor mendapatkan perolehan suara besar menurut hasil penghitungan Komisi Pemilihan Umum (KPU) melalui Sistem Informasi Rekapitulasi (Sirekap) yang dipublikasikan di situs pemilu2024.kpu.go.id hingga Sabtu (17/2/2024) pukul 12.00 WIB.
Baca Juga : Mitos Politik: Mengapa Partai yang Terlempar dari DPR Sulit Kembali ke Senayan?
Sejumlah nama tersebut, seperti, politikus PDI Perjuangan Masinton Pasaribu, politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Hidayat Nur Wahid, hingga politikus Partai Golkar Christina Aryani. Presenter yang juga politikus Partai Amanat Nasional (PAN) Uya Kuya juga mendapatkan suara besar.
Perolehan suaranya bersaing dengan politikus Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Ade Armando dan Politikus Partai Perindo Liliana Tanoesoedibjo.
Beberapa nama politikus lain yang juga mendapat suara besar, di antaranya, politikus PDI-P yang juga pengacara Richard Eliezer Pudihang Lumiu atau Bharada E, Ronny Talapessy, politikus Partai Nasdem Ahmad Effendy Choirie, hingga Politikus Perindo Prabu Revolusi.
Berikut perolehan suara sementara menteri, politisi, hingga publik figur yang mencalonkan diri sebagai anggota legislatif Pemilu 2024 dapil
Baca Juga : Dukung Putusan MK, Dasco : Kuota 30 Persen Caleg Perempuan Akan Diakomodir di RUU Pemilu
DKI Jakarta II:
Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Ida Fauziyah (Menteri Ketenagakerjaan Kabinet Indonesia Maju): 19.801
Partai Gerindra Iwan Sumule (Ketua Majelis Jaringan Aktivis Pro Demokrasi): 101.207
Baca Juga : Parpol Diingatkan Wajib Penuhi Kuota 30% Caleg Perempuan di Setiap Dapil
PDI Perjuangan Eriko Sotarduga (Anggota Komisi XI DPR RI): 74.180
Ellfonda Mekel atau Once Mekel (Penyanyi): 75.302
Prasetyo Edi Marsudi (Ketua DPRD DKI Jakarta): 32.482
Baca Juga : Urgensi Kepastian Waktu, KPU Ingatkan Dampak Revisi UU Pemilu terhadap Tahapan 2029
Ronny Talapessy (Pengacara Richard Eliezer Pudihang Lumiu dan Direktur Hukum TPN Ganjar-Mahfud): 113.364
Masinton Pasaribu (Anggota Komisi XI DPR RI): 176.691
Partai Golkar Christina Aryani (Anggota Komisi I DPR RI): 110.584
Baca Juga : Dispora Sumut Rancang Sport Center Jadi Kawasan Kota Baru Berbasis Bisnis
Partai Nasdem Ahmad Effendy Choirie (Ketua DPP Partai Nasdem, mantan anggota DPR RI): 97.225
Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Hidayat Nur Wahid (Wakil Ketua MPR RI): 144.003
Partai Kebangkitan Nasional (PKN) Mirwan Amir (Anggota DPR RI periode 2009-2014): 95.675
Baca Juga : Polda Sumsel Sita 11.443 Ekstasi dan 1,3 Kg Sabu Siap Edar di Palembang Lewat Ekspedisi Resmi
Partai Hanura Icuk Sugiarto (Pebulu tangkis): 86.230
Partai Amanat Nasional (PAN) Adhyaksa Dault (Menpora Kabinet Indonesia Bersatu 2009-2014): 89.955
Lula Kamal (Dokter, aktris, pembawa acara): 103.142
Uya Kuya (Presenter): 110.673 Partai Solidaritas Indonesia (PSI)
Ade Armando (Mantan dosen Universitas Indonesia): 107.273
Perindo Liliana Tanoesoedibjo (Pebisnis, istri Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo): 102.568
Prabu Revolusi (Pembawa acara berita): 96.377
Partai Ummat Mustofa Nahrawardaya (Juru Bicara Partai Ummat): 95.179
Namun demikian, data yang tersaji di dalam Sirekap KPU hanyalah alat bantu untuk keterbukaan hasil penghitungan suara.
KPU akan melakukan rekapitulasi suara secara berjenjang dari tingkat terendah sampai tertinggi, yakni tempat pemungutan suara (TPS), lalu kecamatan, kabupaten/kota, provinsi, dan nasional.
Menurut Komisioner KPU RI Hasyim Asy’ari, penetapan hasil rekapitulasi suara dilakukn paling lambat 35 hari setelah pemungutan suara.
Oleh karena pemungutan suara digelar secara serentak pada 14 Februari 2024, penetapan rekapitulasi suara nasional dilakukan paling lambat pada 20 Maret 2024.
(*/nusantaraterkini.co)
Sumber: Kompas.com
