Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Rencana Relokasi Rumah Warga yang Terdampak Banjir di Padang, Nilainya Segini

Editor :  Akbar
Reporter :  Redaksi
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto (kemeja dan rompi cokelat) tiba di Kabupaten Agam dengan menggunakan Helikopter dari Pangkalan Udara Sutan Sjahrir, Padang, Sumatera Barat. Setelah mendarat, Kepala BNPB beserta rombongan langsung meninjau lokasi dan memberikan bantuan secara simbolis kepada warga terdampak banjir lahar dingin dan longsor di Bukik Batabuah, Kabupaten Agam, pada Selasa (14/5/2024). (Doc BNPB)

Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Selain perbaikan sarana dan prasarana, pemerintah juga terus mengupayakan penanganan terbaik bagi para warga yang rumahnya mengalami kerusakan akibat bencana banjir tersebut. 

Salah satu alternatif yang disiapkan adalah dengan cara relokasi rumah khususnya yang rusak dan berada di dekat aliran sungai.

Adapun untuk rumah yang mengalami kerusakan akan diberikan bantuan stimulan rumah rusak dengan rincian nilai di antaranya 60 juta Rupiah untuk rusak berat, 30 juta Rupiah untuk rusak sedang, dan 15 juta Rupiah untuk rusak ringan. 

Baca Juga: Banjir Lahar Dingin dan Tanah Longsor, Pemerintah Sumbar Tinjau 6 Titik Lokasi Bencana

"Untuk relokasi kami sedang asesmen, kami sudah memberikan rekomendasi di tahap transisi rehabilitasi rekonstruksi apakah ada relokasi, kalau ada relokasi maka pemerintah daerah menyiapkan lahan dan pemerintah pusat yang akan bangun. Bila tidak direlokasi, maka kami akan siapkan opsi lain seperti perbaikan," kata Kepala BNPB Letnan Jenderal TNI Suharyanto, Rabu (15/5/2024).

Upaya-upaya yang dilakukan sebagai percepatan penanganan darurat yang dilakukan oleh pemerintah bersama para stakeholder terkait ini bertujuan agar masyarakat dapat kembali memulai kehidupan dan penghidupannya sesegara mungkin. 

"Rata-rata status tanggap darurat ini kan 14 hari, ini waktu yang cukup panjang jadi kita ingin melaksanakan secepat mungkin dari darurat ke rehabilitasi karena 14 hari ini bagi masyarakat cukup lama," pungkasnya.

Seperti diketahui, Pemerintah melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyiapkan sejumlah solusi penanganan bencana banjir lahar dingin dan tanah longsor yang menerjang sejumlah daerah di Sumatra Barat (Sumbar), Sabtu (11/5/2024) lalu. 

Solusi tersebut dihadirkan menyusul dampak kerusakan yang diakibatkan dari bencana tersebut tergolong besar.

Baca Juga: BNPB dan PUPR Dorong Percepatan Perbaikan Jalur Transportasi di Padang

Hal ini disampaikan Kepala BNPB Letnan Jenderal TNI Suharyanto, usai meninjau enam titik lokasi terdampak yakni Bukikbatabuah Kabupaten Agam, Pandai Sikek Sepuluh Kota, Lubuk Mata Kuciang, Lembah Anai, Simpang Manunggal, dan Jorong Panti Kabupaten Tanah Datar. Peninjauan tersebut dilakukan pada hari kedua kunjungan kerja Kepala BNPB.

(Akb/nusantaraterkini.co)