Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Resmi Ditutup, Pekan Ramadan Pemprov Sumut Dikunjungi Sekitar 5.000 Orang

Reporter :  Redaksi
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Penutupan penutupan Pekan Ramadan Sumatera Utara 2026, di Halaman PRSU, Jalan Gatot Subroto, Medan, Minggu (15/3/2026). (foto: diskominfo sumut)

Nusantaraterkini.coMEDAN-Direktur Utama PT Pembangunan Prasarana Sumatera Utara (PPSU) Ferry Indra dalam laporannya menyampaikan bahwa Pekan Ramadan Sumut 2026 yang digelar pada 7–15 Maret melibatkan sekitar 50 pelaku UMKM. Selama pelaksanaan kegiatan tersebut, jumlah pengunjung yang datang ke PRSU tercatat sekitar 5.000 orang.

 

“Melalui kegiatan ini maka terjadi perputaran ekonomi. Kegiatan ini mencerminkan semangat kolaborasi dan membangun kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah yang bersama-sama berkolaborasi dengan pelaku usaha dan pesantren. Semangat Ramadan tahun ini harus terus kita jaga dalam kehidupan ke depan,” katanya, saat penutupan Pekan Ramadan, di Halaman PRSU, Jalan Gatot Subroto, Medan, Minggu (15/3/2026). 

Baca Juga : Tarawih di Tengah Duka: Bobby Nasution Kunjungi Korban Banjir Bandang Tukka pada Malam Perdana Ramadan

Sebelummya, Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sumatera Utara (Sumut) Sulaiman Harahap mengajak seluruh masyarakat untuk kompak membangun daerah melalui semangat Kolaborasi Sumut Berkah menuju Sumatera Utara yang unggul, maju, dan berkelanjutan.

 

“Sumatera Utara tidak akan pernah menjadi daerah besar hanya karena pembangunan fisiknya. Sumatera Utara akan menjadi daerah yang kuat ketika masyarakat saling peduli, saling menguatkan, dan berjalan bersama. Sore ini kita telah membuktikan bahwa kolaborasi adalah kekuatan,” ucapnya, dalam sambutan penutupan Pekam Ramadan.

 

Menurutnya, kegiatan Pekan Ramadan Sumut 2026 menjadi bukti nyata kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pemerintah, masyarakat, dunia usaha, pesantren, para santri, hingga berbagai elemen masyarakat lainnya. Melalui kegiatan tersebut, berbagai aktivitas ekonomi dan sosial turut bergerak. UMKM mendapatkan ruang untuk berkembang, pasar sembako membantu masyarakat, serta berbagai kegiatan sosial menghadirkan kebahagiaan bagi anak-anak.

 

“Selama beberapa hari terakhir, tempat ini dipenuhi oleh lantunan ayat suci Alquran, dipenuhi oleh doa-doa. Kita menyaksikan anak-anak yatim, para santri, melantunkan ayat suci Alquran. Di tempat ini juga masyarakat berkumpul, bukan hanya untuk berbelanja atau merasakan suasana Ramadan, tetapi mencari keberkahan Ramadan dan menyalakan harapan bagi Sumut,” ujarnya.

 

Sulaiman menegaskan, semangat kebersamaan seperti inilah yang perlu terus dijaga dalam pembangunan daerah. Ia menilai kemajuan suatu daerah tidak hanya ditentukan oleh kebijakan pemerintah, tetapi juga oleh kuatnya kepercayaan dan dukungan antar masyarakat.

 

“Karena kemajuan sebuah daerah tidak hanya ditentukan oleh kebijakan pemerintah. Kemajuan daerah ditentukan oleh seberapa kuat masyarakatnya saling percaya, saling mendukung, dan saling menjaga satu sama lain,” katanya.

(Emn/Nusantaraterkini.co)