Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Respons Wakil Ketua Komisi A DPRD Sumut soal Informasi Kapolres Belawan Tembak Remaja Berujung Tewas

Reporter :  Junaidin Zai
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Ilustrasi tembakan. Ist

Nusantaraterkini.co, MEDAN - Wakil Ketua Komisi A DPRD Sumatera Utara (Sumut), Zeira Salim Ritonga menyebut tindakan Kapolres Pelabuhan Belawan, AKBP Oloan Siahaan yang menembak seorang remaja berusia 15 tahun berujung tewas pada Minggu (4/4/2025) dini hari, sudah tepat.

Sebab, penembakan yang dilakukan oleh AKBP Oloan tersebut merupakan upaya untuk mempertahankan dirinya saat diserang oleh sejumlah pelaku tawuran termasuk korban.

"Dari informasi yang kita dengar, bahwa sikap defensif dari pihak Polres Belawan terakait adanya tawuran yang dilakukan oleh dua kelompok pemuda di Belawan, saya kira (tindakan) itu, jika dari kacamata pengamanan sudah tepat," kata Zeira kepada Nusantaraterkini.co, Selasa (6/5/2025).

Baca Juga : DPRD Ungkap Alasan Penyertaan Modal Bank Sumut Lewat Aset, Bukan Uang Tunai

Meskipun demikian, Zeira juga mengakui bahwa informasi terkait kasus penembakan tersebut belum dapat dipastikan kebenarannya. Oleh karena itu, pihaknya masih menunggu hasil resmi pemeriksaan dari pihak Kepolisian, dalam mengungkap kasus tersebut.

Saat yang bersamaan, sebelum fakta yang sebenarnya terungkap, lanjut Zeira, sementara ini pihaknya masih berpegang pada informasi dugaan jika AKBP Oloan Siahaan menembak korban karena alasan diserang terlebih dahulu.

Dan hal tersebut ternyata mempengaruhi cara Komisi A DPRD Sumut untuk bersikap. Saat ini, lanjut Zeira, pihaknya tidak berani melakukan pemanggilan ataupun menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) untuk membahas kasus penembekan warga sipil itu.

Baca Juga : Viral Video Lansia Direndam dalam Lumpur di Nias, DPRD Sumut Minta Polisi Usut Tuntas

"Alasannya sama, karena kita masih menunggu hasil pengungkapan dari pihak kepolisian, supaya terhindar dari spekulasi berlebih dari banyak kalangan," jelasnya.

"Kita juga berharap kasus ini harus terbuka secara terang kepada publik, supaya tidak ada prasangka buruk," imbuhnya.

Lebih lanjut, apabila nantinya fakta lapangan dari pihak kepolisian rampung, maka pihaknya akan memanggil pihak yang terlibat yakni Kapolres Belawan, untuk membahas kasus tersebut secara komperehensif atau menyeluruh.

Baca Juga : KontraS Sumut Ungkap Hasil Investigasi Kasus Penembakan Remaja di Belawan

"Kami akan memanggil yang bersangkutan, tapi kita tunggu hasil internal kepolisian terlebih dahulu," tandasnya.

AKBP Oloan Siahaan Mengaku Diserang

Berdasarkan informasi yang dihimpun, Kapolres Belawan AKBP Oloan Siahaan menyebut, pada saat kejadian pihaknya tengah melintas di Jalan Tol Balmera. Kemudian mobil yang mereka gunakan diserang secara brutal oleh kelompok pemuda yang sedang tawuran.

Baca Juga : Remaja Tewas Tertembak di Belawan, KontraS Sumut: Berpotensi jadi Preseden Bahaya dalam Penegakan Hukum

Saat itu sekitar Pukul 02.30 WIB, mereka diadang oleh sekelompok pemuda. Para pengadang itu disebut mengacungkan senjata tajam ke arah pihak kepolisian.

Bukan hanya itu, para pemuda itu juga disebut menyerang mobil dinas dengan cara melempar batu, petasan roket, hingga mengejar kendaraan dinas polisi.

AKBP Oloan mengaku telah memberi peringatan setelah dirinya akan diserang oleh para pemuda tersebut menggunakan senjata tajam. Dia berhasil menghindar.

Kemudian, dengan alasan keselamatan Oloan melepaskan tembakan dan mengenai Muhammad Syuhada diduga pada bagian perut dan korban remaja lainnya berinisial, B 17 tahun. Akibatnya, Muhammad Syuhada tewas, sementara B tengah menjalani perawatan intensif di RS Bhayangkara.

(cw7/nusantaraterkini.co)