Nusantaraterkini.co, MEDAN - Tak pernah terlintas di benaknya untuk menduduki jabatan strategis sebagai direktur.
Namun ketika kesempatan datang, Rudiansyah, yang kini menjabat sebagai Direktur Pengembangan dan SDM PUD Pasar Kota Medan, memilih untuk menjawab tantangan tersebut demi pembenahan pasar tradisional di Kota Medan.
Rudiansyah mengungkapkan bahwa sejak awal dirinya tidak pernah merencanakan karier di PUD Pasar.
Namun, saat peluang itu hadir, ia langsung mengambilnya sebagai bentuk tanggung jawab untuk memperbaiki tata kelola pasar, khususnya Pasar Petisah yang merupakan ikon Kota Medan.
“Dari awal tidak ada kepikiran ke sini. Tapi begitu ada kesempatan, kita ambil untuk pembenahan PUD Pasar Kota Medan,” ujarnya kepada nusantaraterkini.co pada Kamis (15/1/2026) saat dijumpai di ruangannya.
Dalam menjalankan tugasnya, Rudiansyah menegaskan pentingnya kepatuhan terhadap aturan. Menurutnya, meskipun menjabat sebagai pimpinan, tidak ada ruang untuk bertindak semena-mena.
Baca Juga : Puluhan Pedagang Pasar Trasdisional Ketahuan Jual Beras di Atas HET
“Kita tetap harus ikut aturan yang ada. Walaupun pimpinan, tidak bisa seenaknya. Malu juga kita,” tegasnya.
Ia juga menekankan bahwa seluruh direksi yang dilantik memiliki visi dan misi yang selaras dengan Wali Kota Medan, salah satunya adalah mengembalikan citra Pasar Petisah sebagai ikon kota. Pasar tersebut diarahkan menjadi pasar modern atau high bright market yang bersih, tertib, dan diminati generasi muda.
Perubahan budaya kerja juga menjadi fokus utama. Jika sebelumnya pola kerja cenderung tidak teratur, kini seluruh jajaran PUD Pasar Medan dituntut untuk disiplin dengan jam kerja yang jelas.
“Bagaimana kita mau membenahi struktur organisasi kalau kita sendiri tidak benar,” katanya.
Menariknya, di sela kesibukan sebagai direktur, Rudiansyah memiliki kebiasaan berjalan sore mengelilingi Pasar Petisah saat kondisi lengang.
Kegiatan ini bukan sekadar hobi, tetapi juga bagian dari pengawasan langsung terhadap pedagang, kebersihan pasar, serta kedisiplinan pegawai.
Baca Juga : Pedagang di Pasar Buah Berastagi Optimis dengan Usahanya
“Minimal keliling Petisah, memantau pedagang yang tidak mengikuti aturan, dan yang paling utama memantau pegawai kita,” ungkapnya.
Meski sempat merasa canggung di awal menjabat, Rudiansyah memilih pendekatan humanis dengan beradaptasi terhadap pegawai, bukan sebaliknya.
Ia bahkan aktif meminta masukan terkait sistem kerja dan SOP yang sudah berjalan.
Selain itu, pendataan jumlah pengunjung Pasar Petisah juga menjadi perhatian serius, dengan melibatkan bagian khusus yang bertanggung jawab mengelola data tersebut sebagai dasar evaluasi kebijakan.
Dengan latar belakang sebagai jurnalis, Rudiansyah optimistis transformasi PUD Pasar Kota Medan dapat berjalan sesuai rencana dan menjadikan pasar tradisional tetap relevan di tengah modernisasi kota.
(Akb/nusantaraterkini.co)
