Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Rupiah Rebound ke Rp16.775, Dolar AS Tertekan Jelang Rilis Data Tenaga Kerja

Editor :  hendra
Reporter :  Hendra Mulya
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Ilustrasi mata uang Rupiah dan Dollar AS. (Foto: Antara).

Nusantaraterkini.co, JAKARTA – Nilai tukar rupiah berhasil bangkit dan menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Rabu pagi (11/2/2026). Penguatan ini terjadi di tengah tekanan terhadap dolar AS akibat data ekonomi terbaru Negeri Paman Sam.

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah dibuka di kisaran Rp16.775 per dolar AS, menguat 0,21 persen dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp16.811 per dolar AS.

Sementara itu, kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia tercatat berada di level Rp16.826 per dolar AS.

Baca Juga : Rupiah Hari Ini Melemah ke Rp17.382 per Dolar AS, Tekanan Global Bikin Pasar Waspada

Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, menjelaskan bahwa pergerakan rupiah dipengaruhi oleh sentimen global, terutama dari Amerika Serikat. Dolar AS masih berada dalam tekanan setelah rilis data penjualan ritel yang tercatat lebih lemah dari ekspektasi pasar.

“Rupiah berpeluang menguat terhadap dolar AS yang tertekan akibat data penjualan ritel yang lebih lemah dari perkiraan, meskipun masih mendapat dukungan dari pernyataan hawkish sejumlah pejabat The Fed,” ujarnya.

Namun demikian, penguatan rupiah dinilai tidak akan berlangsung signifikan. Pelaku pasar cenderung menahan posisi sambil menantikan rilis data ketenagakerjaan AS atau Non-Farm Payrolls (NFP) yang dijadwalkan rilis malam ini.

Baca Juga : Rupiah Hari Ini Berbalik Menguat ke Rp 17.383/USD, BI Genjot Intervensi dan Kendalikan Permintaan Dolar

“Investor masih wait and see menjelang data NFP. Pergerakan rupiah diperkirakan berada dalam rentang Rp16.750 hingga Rp16.850 per dolar AS,” jelasnya.

Di kawasan Asia, mayoritas mata uang juga menunjukkan penguatan terhadap dolar AS. Yen Jepang memimpin apresiasi dengan kenaikan 0,27 persen, disusul baht Thailand yang menguat 0,21 persen.

Selain itu, dolar Taiwan naik 0,16 persen, peso Filipina 0,15 persen, dan won Korea Selatan 0,09 persen. Dolar Hong Kong dan dolar Singapura turut menguat tipis masing-masing 0,03 persen dan 0,02 persen.

Baca Juga : Rupiah Hari Ini Tertekan ke Rp17.385 per Dolar AS, Sentuh Level Terlemah Baru

Sebaliknya, ringgit Malaysia menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam di Asia setelah turun 0,07 persen. Yuan China juga terkoreksi tipis 0,04 persen terhadap dolar AS pada perdagangan pagi ini.

(Dra/nusantaraterkini.co).