Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Rutan Kelas IIB Pangkalan Brandan, Gelar Simulasi Atasi Kebakaran

Editor :  Redaksi2
Reporter :  Redaksi
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Jajaran Rumah tahanan (Rutan) Kelas IIB Pangkalan Brandan gelar simulasi penanggulangan kebakaran di dalam area steril rutan, Kamis (19/9/2024).

Nusantaraterkini.co, LANGKAT - Jajaran Rumah tahanan (Rutan) Kelas IIB pangkalan Brandan gelar simulasi penanggulangan kebakaran di dalam area steril rutan, Kamis (19/9/2024).

Kegiatan ini dilaksanakan oleh petugas pengamanan juga beberapa warga binaan.

Pada kegiatan ini disampaikan empat kelas kebakaran serta Standar Operasional Prosedur dan perawatan Alat Pemadam Api Ringan (APAR). 

Baca Juga : Rutan Kelas IIB Pangkalan Brandan Ternak Lele dan Ayam, Panen Pertama Dibagikan ke Masyarakat

“Simulasi ini dilaksanakan sebagai bentuk pencegahan dan penanggulangan ketika terjadi kebakaran di Rutan dan memberikan pengetahuan kepada petugas penjagaan agar sigap dalam menanggulangi peristwa seperti ini nantinya,” jelas rifika sebagai instruktur juga ketua lembaga masyarakat anti kebakaran kabupaten langkat (LMAK).

Beliau juga menambahkan materi seputar penanggulangan kebakaran antara lain, mengidentifikasi sumber-sumber kebakaran, tanggap darurat dan penangannya. 

Melaksanakan pemadaman kebakaran dengan menggunakan prinsip pemadaman api yakni segitiga api, sumber panas, bahan mudah terbakar dan oksigen (angin). 

Baca Juga : Rutan Kelas IIB Pangkalan Brandan Bersama DWP Salurkan Bansos Untuk Keluarga WBP dan Panti Asuhan

Mengidentifikasi alat pemadam berdasarkan sumber kebakaran. Mampu menggunakan alat-alat pemadam kebakaran khususnya Alat Pemadam Api Ringan (APAR) dan beberapa macam jenis APAR.

Selain itu juga dijelaskan mengenai ciri kondisi APAR (Alat Pemadam Api Ringan) yang siap pakai yaitu posisi masih tersegel, ada Pen Pengaman, pada label pengecekan APAR (tanggal pemeriksaan dan kondisi APAR) masih berfungsi, jarum barometer tekanan harus berada pada area hijau (kecuali APAR dengan media Karbon Dioxide yang tidak memiliki barometer penunjuk tekanan isi APAR. 

Jenis-jenis media yang mudah terbakar diantaranya :

Baca Juga : Modus Transaksi di Parkiran RS, Dua Kurir Sabu 1 Kg Asal Aceh Diringkus Polda Sumut

Kelas A : kebakaran yang berasal dari bahan biasa padat yang mudah terbakar seperti kertas, kayu, plstik, karet, dll.

Kelas B : Kebakaran yang berasal dari bahan cair dan gas yang mudah menyala seperti minyak tanah, bensin, solar, thinner, LNG, LPG, dll.

Kelas C : Kebakaran yang berasal dari peralatan listrik (hubungan arus pendek) seperti generator listrik, setrika listrik, dll. 

Baca Juga : Foto: Srikandi Polwan Polres Langkat Gelar Trauma Healing untuk Anak-Anak Korban Banjir

Cara penggunaan APAR (Alat Pemadam Api Ringan) yang tepat dan benar dengan langkah:  

1. Buka segel dengan cara memutar pinnya. 

2. Tarik pin APAR. 

Baca Juga : Perkuat Pertahanan Kota, Zakiyuddin Harahap Tekankan Sinergi Objek Vital dalam Simulasi Sispamkota

3. Ambil posisi tidak melawan arah angin. Cara mengetahui arah angin, perhatikan asapnya, jangan berdiri dengan posisi menantang asap. Posisi berdiri sekitar 4-5 meter dari api. 

4. Angkat APAR, arahkan moncong selang ke arah api. 

5. Semprot api dengan cara menekan tuas pada alat pemadam dan dengan gerakan menyapu. 

Baca Juga : Polres Padang Lawas Hadiri Simulasi Pemungutan dan Penghitungan Suara Pilkada Serentak 2024

6. Mundur perlahan (jangan berbalik arah) dan pastikan api sudah padam. 

Seluruh peserta sosialisasi dan simulasi sangat antusias mencoba dan mempraktekkan materi yang telah diterima, penilaian dari petugas dinas kebakaran bahwa anggota tim penanggulangan kebakaran di Rutan kelas II B pangkalan berandan sudah sigap dan siap memadamkan api ringan apabila terjadi kebakaran.

"Simulasi yang dilaksanakan ini sangat baik, menambah pengetahuan dan kesigapan para petugas penjagaan dalam menghadapi perstiwa-peristiwa kebakaran,” terang Kepala Rumah Tahanan, Erwin Siregar. 

Selain sebagai salahsatu langkah progresif, diharapkan dengan adanya simulasi kebakaran ini dapat meningkatkan kewaspadaan petugas dalam mencegah dan mengantisipasi serta meminimalisir terjadinya musibah kebakaran di rumah tahan (Rutan) kelas II B pangkalan berandan. (rsy/nusantaraterkini.co