Nusantaraterkini.co, MEDAN - Satuan Tugas (Satgas) Pangan Polda Sumatera Utara (Sumut) melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke distributor sekaligus pabrik pengelolaan ayam milik PT Kurnia Agrotama Sejahtera, Jumat (13/2/2026).
Kanit 2 Subdit 1/Indag Ditreskrimsus Polda Sumut, AKP Indah Handayani menjelaskan, pengecekan dilakukan untuk memastikan distribusi ayam, baik dalam kondisi fresh (segar) maupun frozen (beku), tetap terjaga menjelang Ramadhan dan Idul Fitri.
Baca Juga : Polda Sumut Ungkap Mafia Solar di Tebingtinggi, Modus Gunakan 29 Barcode dan Truk Modifikasi
“Kedatangan kami untuk melakukan pengecekan terhadap distribusi ayam, baik yang frozen maupun fresh. Distribusi dari sini untuk hotel, restoran, dan kafe. Untuk pasar tradisional tidak dari tempat ini,” jelasnya.
Baca Juga : Penempatan tak Sesuai, Agen Penyalur TKI Ilegal Dilaporkan ke Polda Sumut
Dari hasil pengecekan di ruang produksi dan penyimpanan, stok ayam, kata dia, dipastikan dalam kondisi aman.
“Untuk stok sampai dengan menjelang lebaran masih aman dan stabil. Kami sudah cek langsung semuanya,” tegasnya.
Baca Juga : Satgas Pangan Poldasu Sidak Ke Pasar Petisah Medan, Harga Bapokting Cukup Terkendali
Terkait harga, Satgas Pangan mencatat, harga ayam utuh dari kandang berada di kisaran Rp26.500 per kilogram. Sementara harga distribusi ke hotel dan restoran mencapai Rp40.000 per kilogram.
Baca Juga : Polda Sumut All Out! Ribuan Personel Diterjunkan Amankan Ramadan 1447 H dari Balap Liar hingga Mafia Pangan
“Untuk harga masih dalam batas normal. Kami tetap lakukan pengawasan agar tidak terjadi lonjakan yang signifikan,” ujarnya.
Indah menambahkan, kegiatan ini bertujuan untuk memastikan kondisi stok ayam di Sumut tetap terjaga menjelang meningkatnya kebutuhan masyarakat saat Ramadan.
Sementara itu, Plant Manager PT. Kurnia Agrotama Sejahtera, Yatim Sanjaya, mengungkapkan menjelang Ramadan memang terjadi peningkatan permintaan, meski tidak terlalu signifikan.
“Kalau biasanya menjelang Ramadan ada peningkatan, tapi tidak terlalu signifikan. Tahun ini agak meningkat dibanding tahun lalu, sekitar 10 persen,” ujarnya.
Terkait harga, ia menyebut kenaikan terjadi namun masih relatif kecil. Yatim juga memastikan produk yang didistribusikan merupakan ayam yang telah diproses dan dibersihkan sesuai standar industri.
“Kalau kenaikan harga ada, tapi sedikit saja. Sebelumnya di Rp39.500, jadi Rp40.000 naiknya tidak terlalu signifikan,” jelasnya.
(zie/nusantaraterkini.co)
