Sebut Pemilu Indonesia Terbesar di Dunia, Prabowo Bersyukur Berjalan Damai dan Sukses
Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Capres nomor urut 2 Prabowo Subianto menyampaikan rasa syukurnya karena pemilihan Umum (Pemilu) 2024 baik Pilpres maupun Pileg berjalan damai.
Baca Juga : Apresiasi Prabowo di Filipina, GREAT Institute: ASEAN Lahir dari Rahim Solidaritas Kawasan
Hal ini ia sampaikan saat berpidato di acara nobar quick count yang digelar Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran di Istora Senayan, Jakarta, Selasa (14/2/2024) malam.
Baca Juga : Cegah Korupsi, Gus Ipul Usul Pengadaan Barang dan Jasa Program Sekolah Rakyat Dialihkan ke Lembaga Lain
"Kita bersyukur yang diakui sebagai pemilihan umum terbesar di dunia, kita laksanakan dengan aman, dengan tertib, dengan sejuk, dengan tidak ada ketegangan dan kekisruhan di seluruh wilayah Nusantara ini," katanya.
Prabowo menyampaikan apresiasinya kepada penyelenggaran Pemilu yaitu Komisi Pemilihan Umum (KPU), Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) hingga Dewan Kehormatan Penyelanggara Pemilu (DKPP). Menteri Pertahanan (Menhan) ini menilai Pemilu berlangsung sukses.
Baca Juga : Pidato Prabowo dapat Banyak Respon Sejumlah Kepala Negara
"Untuk itu atas nama Tim Kampanye Nasional Prabowo-Gibran dan atas nama Koalisi Indonesia Maju saya menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh Komisi Pemilihan Umum dan seluruh jajarannya dan seluruh tingkatan termasuk Bawaslu, DKPP yang telah menyelenggarakan pemilihan umum yang terbesar di dunia dengan keadaan lancar, sukses," ujarnya.
Baca Juga : Israel Putar Pidato Netanyahu di PBB kepada Warga Gaza dengan Pengeras Suara dan Kendali Ponsel
Prabowo mengungkap bahwa masyarakat sangat antusias datang ke tempat pemungutan suara (TPS) untuk menggunakan hak pilihnya. Mantan Pangkostrad ini menyebut masyarakat melaksanakan Pemilu dengan penuh kegembiraan.
"Kita melihat rakyat di seluruh pelosok Tanah Air datang berbondong-bondong ke TPS melaksanakan pemilihan umum dengan riang, dengan tenang, dengan suasana kekeluargaan dan dengan penuh kedamaian," ungkapnya.
Baca Juga : Usulan KPK Batasi Uang Tunai Saat Pemilu, Pakar: Jangan Sekadar Wacana
Ketua Umum Partai Gerindra ini juga memohon maaf jika ada yang tidak berkenan di hati selama masa kampanye. Menurutnya boleh bertengkar asalkan tidak sampai menjadi perpecahan yang berlarut-larut.
Baca Juga : Pilkada Tak Langsung Dinilai Curi Kedaulatan Rakyat, Alarm Bahaya bagi Partai Penguasa
(HAM/nusantaraterkini.co)
