Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Sekjen PBB Kutuk Serangan Drone RS Darfur, 60 Warga Sipil Tewas

Editor :  Rozie Winata
Reporter :  Redaksi
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Para pekerja memperbaiki sebuah masjid yang rusak akibat perang di Khartoum, Sudan, pada 5 Februari 2026. (Foto: Xinhua/Mohamed Khidir)

Nusantaraterkini.co, PBBSekretaris Jenderal (Sekjen) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Antonio Guterres mengecam keras serangan drone yang menewaskan sedikitnya 60 orang, termasuk anak-anak dan tenaga kesehatan, terhadap Rumah Sakit Pendidikan El-Daein di Negara Bagian Darfur Timur, Sudan, pada Jumat (20/3/2026).

Sejak April 2023, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah memverifikasi bahwa lebih dari 200 serangan merusak fasilitas-fasilitas kesehatan di Sudan, yang mengakibatkan lebih dari 2.000 korban jiwa, ungkap Stephane Dujarric, juru bicara sekjen PBB, dalam sebuah pernyataan.

Baca Juga : Upacara Haru di Beirut, UNIFIL Kenang Pengorbanan Kopral TNI Rico Pramudia

"Sekjen PBB menuntut agar semua pihak mematuhi kewajiban mereka di bawah hukum humaniter internasional, yang secara khusus melindungi personel dan fasilitas medis, serta melarang serangan yang ditujukan terhadap warga sipil dan objek sipil," ujar juru bicara Guterres, Dujarric pada Selasa (24/3/2026).

Baca Juga : Sekjen PBB Guterres Sambut Perpanjangan Gencatan Senjata Lebanon-Israel

Guterres menyerukan kepada pihak-pihak untuk segera meredam eskalasi pertempuran dan menyepakati penghentian permusuhan, kata Dujarric.

Dujarric menuturkan, Guterres kembali menyampaikan seruan kepada pihak-pihak agar bekerja sama dengan para mediator, termasuk utusan pribadinya untuk Sudan, guna kembali ke meja perundingan dan mengupayakan gencatan senjata yang langgeng serta proses politik yang komprehensif, inklusif dan melibatkan rakyat Sudan. 

Baca Juga : Pasukan Perdamaian Prancis Tewas di Lebanon, Sekjen PBB: Kejahatan Perang!

"PBB siap mendukung langkah-langkah nyata untuk mengakhiri pertempuran di Sudan dan merumuskan jalan menuju perdamaian yang langgeng," imbuhnya.

(*/nusantaraterkini.co) 

Sumber: Xinhua