Nusantaraterkini.co, NEW YORK - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres mengingatkan bahwa tidak ada yang menang dalam perang dagang.
Hal ini seperti disampaikan juru bicara (jubir) sekjen PBB itu, Stephane Dujarric pada Jumat (4/4/2025).
Diketahui, di tengah penolakan yang meluas, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Rabu (2/4/2025) menandatangani perintah eksekutif tentang apa yang disebut sebagai " tarif timbal balik" atau "reciprocal tariff ". Menurut perintah eksekutif itu, "tarif dasar minimum" sebesar 10 persen dan tarif yang lebih tinggi akan diberlakukan terhadap mitra-mitra dagang tertentu.
Baca Juga: China Akan Berlakukan Tarif Tambahan 34 Persen untuk Semua Barang Impor AS Per 10 April
Ketika ditanya komentar Guterres terkait kebijakan tarif terbaru dari Gedung Putih, Stephane Dujarric, mengatakan bahwa "dalam perang dagang, tidak ada yang menang."
“Kekhawatiran kami saat ini adalah pada negara-negara yang paling rentan yang paling tidak siap menghadapi situasi saat ini,” ujar jubir tersebut.
Baca Juga: Legislator: Kenaikan Tarif Impor AS Harus Jadi Momentum Perkuat Ekonomi Domestik
Dia mencatat bahwa Tujuan Pembangunan Berkelanjutan PBB akan berdampak "secara negatif" oleh perang dagang global.
Konferensi PBB untuk Perdagangan dan Pembangunan (UNCTAD) dalam sebuah pernyataan pada hari Jumat memperingatkan bahwa tarif yang diberlakukan oleh AS akan merugikan negara-negara yang rentan, seraya menambahkan bahwa "sistem perdagangan global memasuki fase kritis mengancam pertumbuhan, investasi, dan kemajuan pembangunan, terutama bagi negara-negara yang ekonominya paling rentan," karena ekonomi negara-negara utama akan memadatkan tarif baru yang mencakup banyak sektor.
(Zie/Nusantaraterkini.co)
Sumber: Xinhua
