nusantaraterkini.co, PADANGSIDIMPUAN - Seorang pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Padangsidimpuan menjadi korban pencabulan yang dilakukan oknum aparatur sipil negara (ASN) Pemkab Tapanuli Selatan (Tapsel). Bahkan korban sekarang tengah hamil 6 bulan.
Kabar tersebut terkuak saat orang tua korban NUR mengadukan nasib anaknya ke Lembaga Perlindungan Anak dan Perempuan Burangir di Jalan Danau Laut Tawar No. 23, Kelurahan Wek V, Kecamatan Padangsidimpuan Selatan, Kota Padangsidimpuan, Sumatera Utara.
Sekretaris Eksekutif Burangir, Juli Herniatman Zega mengatakan, perbuatan bejat oknum PNS Pemkab Tapsel yang berinisial AIS sudah berulang kali, sehingga korban sebut saja Bunga ini hamil 6 bulan.
Baca Juga : Pemkab OKI Terapkan Digitalisasi Pembelajaran di 951 Sekolah
Menurut pengakuan ibu kandung korban NUR kepada Burangir bahwa pelaku AIS ini merupakan paman sambung korban atau abang dari ayah sambungnya.
Korban juga mengaku kalau aksi bejat itu sudah dua kali dilakukan oleh AIS. Ironisnya, perbuatan tersebut dilakukan AIS di warung ibu kandung korban yang bertempat di salah satu di Kecamatan Padangsidimpuan Batunadua.
“Aksi bejat AIS terhadap korban dilakukannya di warung ibu korban saat suasana sepi, karena pulang sekolah korban yang menjaga warung untuk menggantikan ibunya untuk istirahat,” ujar Juli Herniatman Zega yang akrab disapa Juli ini, Kamis (14/11/2024).
Baca Juga : Cegah Kenalakan Remaja, Polres Samosir Gelar Police Go To School di Berbagai SMP dan SMA
Tidak itu saja, korban juga menuturkan kepada Burangir bahwa saat masih duduk di bangku SD Kelas IV, korban sudah dilecehkan pelaku AIS ini dengan cara meraba-raba korban.
Atas perbuatan oknum ASN AIS ini, mereka dari Lembaga Perlindungan Anak dan Perempuan Burangir sudah mendampingi korban untuk membuat laporan ke Polres Padangsidimpuan dengan Nomor: LP/B/204/XI/2024/SPKT/Polres Padangsidimpuan/Polda Sumatera Utara.
Kata Juli, dengan didampingi personil Polres Padangsidimpuan, korban juga sudah dilakukan visum et repertum di RSUD Kota Padangsidimpuan pada hari Senin kemarin.
Baca Juga : Surat Soal Sekolah Rakyat tak Direspons, Ini Kata Guru Mis Tahfidzul Quran Darun Najah
Selanjutnya, Ibu kandung korban NUR mengatakan, sebelumnya mereka tidak menaruh curiga kepada si pelaku mengingat AIS merupakan Uak dari anaknya atau abang dari suaminya.
Dengan nada sedih, NUR mengungkapkan bahwa anaknya diketahui hamil karena dikasih tahu saudaranya.
“Iya saya tahu anak saya hamil karena dikasih tahu saudara, karena sebelumnya anak saya menceritakan nasibnya kepada saudara saya ini. Sehingga untuk memperjelasnya, kami membawa anak kami ini ke salah satu bidan dan hasil pemeriksaan anak kami positif hamil,” jelas NUR.
Baca Juga : Debu Proyek Sekolah Rakyat di Padangsidimpuan Mengkhawatirkan Kesehatan Siswa
Saat dimintai keterangan dari orang tua korban tentang keberadaan pelaku, NUR mengatakan bahwa pelaku telah melarikan diri dan sampai saat ini tidak diketahui keberadaannya.
Sementara itu, Kepala Dinas tempat AIS bekerja mengaku baru mengetahui tentang kasus yang menimpa stafnya.
“Akhir-akhir ini AIS memang jarang masuk kantor dinda, dan saya baru tahu kasus ini. Dan saat ini saya lagi dinas luar, nanti kalau sudah selesai dinas luar akan saya kabari,” ucap oknum Kadis tersebut kepada media ini saat dikonfirmasi melalui telepon selulernya.
(Dra/nusantaraterkini.co).
Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita nusantaraterkini.co WhatsApp Channel :
