Nusantaraterkini.co, PALEMBANG — Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan (Dinkes Sumsel) mencatat sebanyak 181 kasus baru HIV/AIDS di Sumsel selama periode Januari-Februari 2026. Jumlah tersebut meliputi 139 kasus HIV dan 42 kasus AIDS.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Sumsel, Ira Primadesa Ogatiyah menyebutkan, Kota Palembang sebagai daerah dengan temuan tertinggi.
Baca Juga : Cegah Penularan HIV/AIDS di Kalangan Pelajar, Dinkes Sumsel Gencarkan Edukasi Seks Aman
“Berdasarkan sebaran wilayah, Kota Palembang menjadi daerah dengan jumlah kasus tertinggi yakni 85 orang, terdiri atas 64 kasus HIV dan 21 kasus AIDS,” ujar Ira, Selasa (14/4/2026).
Baca Juga : Kunjungan Pasien HIV/AIDS di Pirngadi Turun
Temuan kasus lainnya tersebar di Lubuk Linggau (10), OKU, OKI, Muara Enim, Musi Banyuasin, dan OKU Timur (masing-masing 5), Ogan Ilir (4), Banyuasin dan Musi Rawas (masing-masing 3), Lahat dan Pagar Alam (masing-masing 2), serta Empat Lawang dan PALI (masing-masing 1).
Sementara itu, Kabupaten OKU Selatan dan Musi Rawas Utara dilaporkan nihil kasus baru, dengan perilaku seksual berisiko tetap menjadi pemicu utama penularan di Sumatera Selatan.
Baca Juga : Satu Korban Bus ALS Meninggal Akibat Gagal Napas, Jenazah Dipulangkan ke Tegal
Dinkes Sumsel kini menggencarkan perluasan layanan klinik tes dan pengobatan, program mobile clinic untuk populasi kunci, serta kerja sama lintas sektor termasuk dengan LSM pendamping ODHIC. Selain itu, upaya edukasi ke sekolah-sekolah melalui puskesmas dan distribusi logistik reagen serta obat terus dilakukan secara intensif.
Baca Juga : Lansia Sebatang Kara di Muara Enim Ditemukan Meninggal Dunia dalam Gubuk
“Perilaku seksual berisiko masih menjadi faktor utama pemicu penularan HIV/AIDS di Sumatera Selatan,” kata dia.
(Tia/Nusantaraterkini.co)
Baca Juga : Dinkes Sumsel Targetkan Vaksinasi Jemaah Haji 2026 Rampung Pekan Ini
