Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Pemimpin Gereja Katolik, Paus Leo XIV, kembali menyuarakan keprihatinannya atas konflik yang terus memanas di Timur Tengah. Ia mendesak seluruh pihak yang terlibat untuk segera menghentikan pertempuran dan mengedepankan dialog sebagai jalan menuju perdamaian.
Pernyataan tersebut disampaikan Paus saat meninggalkan kediamannya di Castel Gandolfo menuju Vatikan, Selasa (24/3).
“Saya kembali menyerukan gencatan senjata. Perdamaian tidak akan tercapai dengan senjata, melainkan melalui dialog,” ujarnya kepada wartawan.
Baca Juga : Trump Disorot Usai Unggah Foto Bergaya Yesus, Enggan Minta Maaf ke Paus Leo XIV
Paus menyoroti dampak kemanusiaan yang semakin memburuk akibat konflik tersebut. Ia menyebut lebih dari satu juta orang terpaksa meninggalkan tempat tinggal mereka, sementara korban jiwa terus bertambah.
“Kebencian semakin meluas, kekerasan meningkat, dan banyak orang kehilangan tempat tinggal serta nyawa,” tambahnya.
Sebagai Paus pertama yang berasal dari Amerika Serikat, Paus Leo XIV secara konsisten mengecam peperangan, khususnya eskalasi konflik di Iran setelah serangan yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel sejak akhir Februari lalu.
Baca Juga : Nyaris 4.400 Orang Jadi Korban Pelecehan Pastor di Italia Sejak 2020
Meski demikian, dalam setiap pernyataannya, Paus memilih untuk tidak menyebut pihak tertentu secara langsung. Ia lebih menekankan pentingnya tanggung jawab bersama untuk menghentikan kekerasan dan membuka ruang perundingan.
Ia pun mengajak para pemimpin dunia untuk mengambil langkah nyata dalam menciptakan perdamaian, bukan sekadar retorika.
“Kita berdoa untuk perdamaian, namun lebih dari itu, dibutuhkan upaya konkret dari para pemegang kekuasaan untuk duduk bersama dan berdialog,” tegasnya.
Baca Juga : Diplomasi Memanas, Menlu Iran Temui Putin Bahas Gencatan Senjata dengan AS dan Israel
(Dra/nusantaraterkini.co).
