Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Sidang Kabinet Paripurna, Jokowi Menegaskan Agar Bantuan Sosial Terus Dilakukan

Editor :  Annisa
Reporter :  Redaksi
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Presiden Joko Widodo (tengah) bersama Wakil Presiden Ma'ruf Amin (kedua kanan) didampingi Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan (kiri), Menko Perekonomian Airlangga Hartarto (kedua kiri) dan Menko Polhukam Mahfud MD saat Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Selasa (9/1/2024).

Nusantaraterkini.co - Presiden Joko Widodo atau Jokowi menegaskan bantuan sosial (bansos) harus tetap diteruskan. Jokowi juga meminta agar penyaluran semua bansos, baik berupa bantuan pangan maupun bantuan langsung tunai (BLT) dipastikan tepat sasaran.

Hal ini disampaikan Jokowi saat memimpin sidang kabinet paripurna terkait peningkatan kinerja aparatur sipil negara (ASN) melalui keterpaduan layanan digital pemerintah di Istana Negara Jakarta, Selasa (9/1/2024). Rapat ini dihadiri hampir semua menteri Kabinet Indonesia Maju.

"Mengenai bantuan sosial, perlu saya ingatkan harus terus diteruskan dan juga dipantau agar tepat sasaran, baik yang berupa bantuan bansos pangan, baik yang berupa bantuan PKH, baik yang berupa BLT semuanya harus dipastikan tepat sasaran," kata Jokowi.

Baca Juga : Harga Emas Antam Medan 11 Mei 2026 Anjlok ke Rp2.819.000 per Gram, Cek Detailnya!

Selain itu, dia memerintahkan menteri dan kepala lembaga menjaga harga serta stok pangan agar tak terjadi kelamgkaan dan kenaikan harga.

Oleh sebab itu, dia mengigatkan agar stok dan harga pangan di setiap daerah dipantau.

"Sekali lagi, ini perlu betul-betul dipantau di setiap kabupaten, di setiap provinsi agar stok yang ada bisa kita jaga dan harganya terjangkau masyarakat," jelasnya.

Baca Juga : Kebakaran Hebat di 1 Ilir Palembang: 9 Rumah Panggung Hangus Dilalap Api

Jokowi juga meminta agar para menteri memastikan agar stok bahan bakar minyak (BBM) dan gas selalu tersedia. Dia tak ingin ada madalah distribusi sehingga terjadi kelangkaan BBM dan gas di daerah.

"Juga mengenai BBM dan gas yang harus selalu tersedia. Jangan sampai 1, 2, atau 3 atau lebih kabupaten terjadi kelangkaan gas karena masalah distribusi yang terganggu, misalnya. Harus dipantau dan dilihat secara detail," ujar Presiden Jokowi.

(Ann/Nusantaraterkini.co)

Baca Juga : Gugatan tak Mendasar, Pasangan Amir-Jiji Segera Dilantik jadi Wali Kota Binjai