Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Soal Pembubaran Paksa Massa Demo di DPRD Sumut, Ini Kata Kapolda

Editor :  Rozie Winata
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Suasana saat massa aksi melempari batu ke petugas kepolisian yang berjaga di depan gedung DPRD Sumut, Selasa (26/8/2205). (Foto: Mhd Ilham Pradilla/Nusantaraterkini.co)

Nusantaraterkini.co, MEDAN - Aksi demonstrasi mahasiswa menolak kenaikan tunjangan anggota DPR di DPRD Sumut berujung bentrokan, sehingga dibubarkan paksa oleh petugas kepolisian, Selasa (26/8/2025).

Pembubaran dilakukan, lantaran massa demontran semakin ricuh hingga merusak sejumlah fasilitas yang ada seputaran gedung DPRD, bahkan aksi tersebut sampai sampai lewat pukul 18.00 WIB.

Kapolda Sumut Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto mengatakan, pihaknya sudah memberikan kebebasan terhadap massa aksi untuk menyampaikan aspirasinya, walaupun sempat diwarnai kericuhan pihaknya tetap menjaga ketertiban.

Baca Juga : Demo Tolak Kenaikan Tunjangan Anggota DPR di DPRD Sumut Ricuh, Kapolda: Jangan Coba-coba Ganggu Ketertiban

Namun begitu, dia menyebutkan, pihaknya juga berhak untuk melakukan tugas sesuai dengan undang undang yang berlaku terkait jam keamanan.

“Polri memberikan dukungan pengamanan sesuai dengan undang-undang, sebelum jam 18.00 WIB tadi memberikan keamanan, tetapi setelah jam 18.00 WIB harusnya sudah bubar,” ucapnya kepada wartawan.

Dia juga mengkawatirkan para demonstran yang ricuh akan merusak fasilitas umum lainnya yang ada di seputaran gedung gedung DPRD Sumut, seperti yang terjadi saat berlangsungnya aksi massa.

“Namun para wartawan tau mereka merusak pagar melempar anggota pos umum, ya kita melakukan pembubaran buat mereka,” katanya.

Baca Juga : Aksi Demo Mahasiswa di DPRD Sumut Berakhir Ricuh, Mahasiswa dan Polisi Bentrok

Sebelumnya, Whisnu menegaskan, pihaknya akan tetap menjaga keamanan bagi masyarakat Sumut saat berlangsungnya demo ricuh tadi.

“Tugas kita selaku aparat kepolisian, aparat hukum memberikan keamanan bagi seluruh masyarakat Indonesia,” katanya.

“Ingat jangan coba coba menganggu keamanan ketertiban masyarakat Sumatera Utara, itu tugas kita,” katanya.

(Cw3/Nusantaraterkini.co)